Breaking News:

Tokyo Disneyland dan DisneySea Perpanjang Penutupan hingga Mei 2020

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang masih terus memakan korban baik di Jepang maupun di dunia.

Instagram.com/ @skyrs_key
Tokyo Disneyland, taman rekreasi di Jepang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tempat wisata populer di Jepang, Tokyo Disneyland dan DisneySea memutuskan memperpanjang penutupan.

Hal ini dilakukan untuk cegah penyebaran virus corona.

Da taman bermain di Tokyo tersebut ditutup sementara dan akan dibuka kembali pada pertengahan bulan Mei 2020.

Dilansir oleh TribunTraveler dari The Japan Times, perpanjangan penutupan Tokyo Disneyland dan DisneySea tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyatakan status darurat.

Jadi Oleh-oleh Khas Jepang, Ini 5 Masker Unik yang Bisa Dibawa Pulang

Status darurat ini diberlakukan hingga 6 Mei 2020 mendatang.

Salah satu area yang diberlakukan status darurat adalah Prefektur China, di mana Tokyo Disneyland dan DisneySea berada.

Dengan begitu, pemerintah setempat akan menginstruksikan warganya untuk tetap tinggal di rumah.

Kemudian perusahaan juga akan menutup berbagai fasilitas umum dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi area berkumpul banyak orang.

Sebelumnya, perusahaan yang menaungi Tokyo Disneyland dan DisneySea juga sudah menutup empat grup hotelnya yang berlokasi dekat taman bermain, seperti Disney Ambassador Hotel.

Pemerintah Jepang juga mengumumkan kebijakan baru terkait warga negara asing yang hendak berkunjung ke Jepang.

Kebijakan pelarangan warga negara ke Jepang ini berlaku mulai tanggal 28 Maret hingga akhir April 2020 mendatang.

Pelarangan tersebut diberlakukan berkaitan dengan:

  1. Pembatalan kebijakan bebas visa (waiver)
  2. Pembatalan keberlakukan kartu APEC business travel
  3. Visa yang dikeluarkan oleh Kedubes maupun Konjen Jepang di Indonesia sebelum 27 Maret 2020 dinyatakan tidak berlaku
  4. Tidak ada penerbitan visa baru mulai 28 Maret 2020

Berdasarkan keputusan tersebut, visa waiver dan visa yang diterbitkan sebelum 27 Maret untuk sementara ini tidak berlaku.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebarannya virus corona yang menjadi pandemi dalam skala global.

Hingga saat ini (10/4/2020) sudah terdapat 5.530 kasus positif virus corona di Jepang, dengan korban meninggal sebanyak 99 orang.

7 Spot Instagramable di Jepang, Coba Mampir ke Kastil Himeji

Jadi Oleh-oleh Khas Jepang, Ini 5 Masker Unik yang Bisa Dibawa Pulang

Fakta Unik Budaya Jepang, Disiplin hingga Barang Hilang Mudah Ditemukan

Perketat Aturan, Mulai 3 April 2020 Ini WNI Tidak Diperbolehkan Masuk Jepang

Harakiri Yagura, Situs Tersembunyi dari Tempat Bunuh Diri Massal Abad Pertengahan di Jepang

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved