Breaking News:

Menanti Sunrise di Amora Hill, Tempat Wisata di Bali yang Tawarkan Sensasi Negeri di Atas Awan

Letaknya yang berada di ketinggian membuat para pengunjung Amora Hill bisa merasakan sensasi berdiri di atas awan, sekaligus menikmati sunrise.

Editor: Rizky Tyas Febriani
Instagram/amorahill
Pesona sunrise di Amora Hill, Kintamani, Bangli, Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Camping saat ini kian digandrungi masyarakat.

Terlebih jika tempat wisata yang dijadikan lokasi camping menawarkan panorama alam, seperti keindahan matahari terbit.

Camping dengan panorama alam memukau bisa kamu temukan di Amora Hill.

Amora Hill merupakan tempat wisata di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli yang berada di tebing setinggi lebih dari 200 meter.

Letaknya yang berada di ketinggian membuat para pengunjung Amora Hill bisa merasakan sensasi berdiri di atas awan, sekaligus menikmati sunrise.

Suasana matahari terbit dari dataran tinggi Desa Pinggan Kintamani, Bangli, Bali beberapa waktu lalu.
Suasana matahari terbit dari dataran tinggi Desa Pinggan Kintamani, Bangli, Bali beberapa waktu lalu. (Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati)
 

Salah satu pengunjung, Dwitya Arianingtyas mengaku sudah dua kali berkunjung ke tempat ini.

Menurut gadis asal Singapadu, Sukawati, Gianyar ini, yang menjadi daya tarik utama objek wisata ini adalah keindahan sunrise serta pemandangan sekitar yang menurutnya instagramable.

Tonton juga:

“Awalnya hanya menikmati sunrise saja. Namun pada kunjungan kedua ini, saya juga mencoba camping bersama 10 orang teman lainnya,” ucapnya.

Suasana pagi di objek wisata camping Amora Hill yang terletak di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli.
Suasana pagi di objek wisata camping Amora Hill yang terletak di Desa Pinggan, Kintamani, Bangli. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Sementara itu, pemilik sekaligus pengelola Amora Hill, Agus Budiawan, Selasa (30/7/2019) menjelaskan, awan yang berada tepat dibawah tebing sejatinya merupakan embun, yang menyelimuti wilayah Banjar Tabu, Desa Songan.

Hal ini kerap terjadi ketika wilayah sekitar memasuki musim kemarau, sehingga embun cenderung mengendap pada dataran yang lebih rendah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved