Kulkul Puri Klungkung Bersuara, Ini Penjelasan PHDI dan Puri Klungkung

Masyarakat meyakini, suara dari pejenengan yang berupa kulkul tersebut menandakan akan datangnya suatu musibah.

Kulkul Puri Klungkung Bersuara, Ini Penjelasan PHDI dan Puri Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ketua PHDI Klungkung Putu Suarta 

TRIBUNTRAVEL.COM - Masyarakat Klungkung saat malam pengerupukan, Selasa (24/3/2020) malam sempat dihebohkan dengan kabar bersuaranya pajenengan dari Puri Klungkung.

Masyarakat meyakini, suara dari pejenengan yang berupa kulkul tersebut, menandakan akan datangnya suatu musibah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PHDI Klungkung, I Putu Suarta mengatakan, pihaknya meminta masyarakat tidak panik dan menanggapi berlebihan isu-isu yang sumbernya belum jelas.

Apalagi pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan dan langkah-langkah untuk mengantisipasi mewabahnya virus corona atau covid-19.

 

"Umat kami minta tidak panik, apalagi ikut menyebarkan isu-isu yang sumbernya belum jelas," ujar Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, Kamis (26/3/2020).

Semua informasi dan himbauan resmi kepada umat, akan disampaikan oleh PHDI (Parisadha Hindu Dharma Indonesia) dan MDA (Majelis Desa Adat).

Menurutnya, hal yang lebih utama bagi umat saat ini, mentaati semua arahan dari pemerintah untuk membatasi aktivitasnya.

Masyarakat juga diharapkan tetap menjalani segala aktivitas, termasuk keagamaan dari rumah.

"Intinya jangan ikut mendengarkan isu-isu belum jelas, dan ikut menyebarkannya. Tetap ikuti anjuran pemerintah, segala aktivitas termasuk keagamaan dilakukan dari rumah," tegas Putu Suarta.

Ia pun menghimbau kepada umat di Klungkung, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan langsung ke PHDI Klungkung, maupun ke prajuru adat di masing-masing desa pakraman.

Sementara penglingsir Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Semara Putra ketika dikonfirmasi, mengakui jika ada warga yang meyakini mendengar suara dari pejenengan Puri Klungkung.

Mereka datang ke Puri dan menyampaikan mendengar pajenengan Puri bersuara, serta menjelaskan pawisik sarana upakara untuk menolak bala.

Ketua PHDI Klungkung Putu Suarta
Ketua PHDI Klungkung Putu Suarta (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Namun Ia menegaskan, jika pihak Puri tidak ada mendengar suara pajenengan Puri Agung Klungkung tersebut.

" Kami di Puri tidak ada yang mendengar suara itu, justru orang luar. Tapi bagi yang yakin dan percaya, bisa membuat sarana untuk menolak bala tersebut," ungkap Ida Dalem Semaraputra

Sesuai keyakinan, masyarakat pun diminta memasang daun pandan berduri 3 lembar yang diikat benang tri datu, juga diberi cabai, bawang merah dan pis bolong.

Semua itu dipasang di pintu masuk sebelah kanan.

"Nanti pelaksanaanya dikoordinir oleh Klian atau Bendesa Adat di masing-masing Desa. Sembari menjalankan keyakinan kita, umat juga kami himbau terap melaksanakan himbauan social distance dari pemerintah," ungkap Ida Dalem Semaraputra. (*)

Pernah Dinobatkan Sebagai Waterpark Nomor 1 di Asia, Ini Harga Tiket Masuk Waterbom Bali

Nasi Campur Men Weti dan 6 Tempat Sarapan Enak di Bali dengan Harga Terjangkau

7 Fakta Unik Mepantigan, Seni Bela Diri Lumpur yang Cuma Ada di Bali

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Terkait Kabar Bersuaranya Kulkul Puri Klungkung, Ini Penjelasan PHDI dan Puri Klungkung

 
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved