TRIBUNTRAVEL.COM - Sushi menjadi satu kuliner khas Jepang yang mudah ditemukan di Indonesia
Kelezatan olahan sushi ini yang menjadikannya populer dan disukai.
Namun tahukah kamu konsumsi sushi berlebihan ternyata dapat menimbulkan resiko.
Dilansir TribunTravel dari laman insider.com, Dr. Tania Dempsey, seorang dokter perawatan primer dan pendiri Armonk Integrative Medicine di Armonk, New York, dan Stella Metsovas, ahli gizi dan penulis "Wild Mediterranean," menyebut tentang hal-hal menakutkan yang dapat terjadi pada tubuh ketika terlalu sering akan banyak ikan mentah.
Berikut ini resiko yang dapat menimpamu.
1. Mengonsumsi ikan laut dalam jumlah besar, seperti tuna dan yellowtail, dapat menyebabkan keracunan merkuri.
Keracunan merkuri dapat menyebabkan "masalah memori, kelemahan otot, mati rasa dan kesemutan, tremor dan iritabilitas," menurut Dr. Tania Dempsey.
"Semua ikan mengandung kadar merkuri tertentu, tetapi sebagian besar ikan yang digunakan dalam sushi roll dan sashimi adalah ikan besar, seperti tuna, sirip biru, ikan bass dan lobster, dan mereka memiliki jumlah merkuri tertinggi," Dr Kata Dempsey.
2. Cacing pita mungkin satu hal paling mengerikan yang pernah kamu temukan di sushi.
Ada beberapa kasus orang terkena cacing pita karena mengonsumsi ikan mentah.
Pada 2018 seorang pria yang menarik cacing pita sepanjang 5 kaki dari tubuhnya, yang kemungkinan besar didapatnya dari makan sushi mentah.
Dalam kasus lain , seorang pria yang mengeluh sakit perut setelah makan sushi dan diperiksa menggunakan rontgen.
TONTON JUGA
Dokter menemukan parasit di dinding perutnya.
"Parasit yang spaling umum adalah Anasakiasis, atau penyakit cacing herring, " kata Dr. Dempsey. "Anisakis menempel pada perut atau usus dan menyebabkan sakit perut akut, muntah, dan demam. Dalam beberapa kasus, itu dapat menyebabkan alergi, reaksi anafilaksis."
3. Listeria - infeksi serius yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi - sering ditemukan pada ikan asap dan ikan mentah.
Ini bisa sangat berbahaya bagi wanita hamil.
"Bakteri patogen seperti Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus , dan Bacillus cereus dapat mendatangkan malapetaka di usus," kata ahli gizi Stella Metsovas . "Bahaya utama dari mengkonsumsi ikan mentah dapat menyebabkan sakit perut yang parah, mual, dan muntah."
4. Salmonella adalah penyakit bawaan makanan lainnya yang sering ditemukan pada ikan dan daging mentah yang tidak disiapkan dengan benar.
"Keracunan salmonella sering terjadi dari sushi," kata Dr. Dempsey. "Bahkan infeksi virus seperti norovirus dikaitkan dengan makan sushi mentah."
5. Penyakit bawaan makanan lainnya adalah keracunan scombroid.
Makan sushi saat segar dan dingin bukan hanya cara terbaik untuk makan ikan mentah, tetapi juga yang paling aman.
" Keracunan scombroid adalah penyakit lain yang disebabkan oleh makanan yang disebabkan oleh histamin yang terbentuk ketika ikan tidak disimpan cukup dingin dan mulai membusuk," kata Dr. Dempsey. "Kelebihan histamin dapat menyebabkan reaksi alergi dan bahkan anafilaksis."
Sebuah laporan tahun 2008 mencatat keracunan scombroid menyumbang 38 persen dari semua wabah keracunan makanan terkait makanan laut di Amerika Serikat, menurut Food Safety Watch.
6. Kamu juga bisa terpapar racun buatan manusia.
Ada perdebatan di dalam komunitas makanan laut apakah ikan yang dibesarkan di penakaran atau tangkapan liar lebih baik atau lebih sehat.
Meski ikan yang dibesarkan di penakaran tidak akan membawa risiko cacing parasit, namun mereka akan terpapar racun buatan manusia.
"Paparan racun dari sushi sangat penting," kata Dr. Dempsey. "PCB [senyawa klorin] dan pestisida telah ditemukan mengkontaminasi ikan yang dibesarkan di penakaran serta ikan liar dari Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Ciguatoxins adalah racun yang diproduksi oleh mikroorganisme alga laut yang memengaruhi ikan di dekat terumbu seperti kakap merah, ikan kerapu, jack, dan barracuda. "
Konsumsi ciguatoxin dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, diare, diikuti oleh gejala neurologis, dan dalam kasus yang jarang terjadi, halusinasi atau kecemasan.
Pilih ikan yang lebih kecil saat memesan sushi sehingga risiko mengonsumsi kontaminan lebih rendah.
Dempsey juga merekomendasikan untuk menanyakan restoran sushi di mana mereka mendapatkan makanan laut mereka.
Dia menyarankan untuk menghindari ikan yang dibudidayakan atau ditangkap di dekat terumbu.
• Sushi Tei, Restoran ala Jepang di Makassar yang Wajib Dicoba saat Liburan Akhir Pekan
• Viral di Medsos, Seafood di Atas Sushi Terlihat Bergerak Saat Akan Dimakan
• Jangan Asal, Ini Cara Makan Sushi yang Benar Sesuai dengan Jenisnya
• 8 Restoran Sushi Murah dan Enak di Jakarta, Nggak Bikin Kantong Jebol
• Mencoba Kelezatan Sushi Segar di Bandara Narita, Jepang
TribunTravel/Ambar Purwaningrum