13 Fakta Pramugari yang Membuktikan Pekerjaannya Tak Selalu Menyenangkan

Selain karena prestise, dengan menjadi pramugari membuat siapapun bisa terbang ke luar negeri tanpa mengeluarkan biaya.

13 Fakta Pramugari yang Membuktikan Pekerjaannya Tak Selalu Menyenangkan
huffpost.com
Pramugari Emirates 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bekerja menjadi seorang pramugari manjadi impian beberapa orang.

Selain karena prestise, dengan menjadi pramugari membuat siapapun bisa terbang ke luar negeri tanpa mengeluarkan biaya.

Ditambah pula, gaya hidup 'wah' yang menjanjikan kemapanan.

Meski begitu, kehidupan pramugari tak selamanya menyenangkan.

Berikut 13 fakta tentang pramugari seperti dilansir TribunTravel dari Angkasa.co.id.

1. Menjadi Pramugari adalah Sebuah Kompetisi yang Sangat Keras

Ilustrasi pramugari memasang masker oksigen
Ilustrasi pramugari memasang masker oksigen (thrivingleaders.co)

Kebutuhan akan awak kabin memang tinggi dan maskapai tetap harus menyeleksi calon karyawannya dengan sangat ketat.

Alasan Pramugari Meletakkan Tangannya di Belakang Saat Penumpang Masuk ke Pesawat

Menurut data, satu posisi pramugari rata-rata direbutkan oleh 10 hingga 15 orang kandidat.

Di beberapa maskapai bintang 5 bahkan satu posisi bisa direbutkan oleh 50 hingga 60 orang.

2. Tinggi Namun Tidak Terlalu Tinggi

Jika badan seorang pramugari tidak terlalu tinggi maka ia tidak akan sanggup meraih kompartemen bagasi yang berada di bagian atas kabin.

Apalagi terkadang harus mengangkat barang bawaan penumpang.

Nah jika badan terlalu tinggi tentu malah akan merepotkan pergerakan si pramugari sendiri.

3. Krisis Kepemimpinan

Ilustrasi pramugari tangan di belakang
Ilustrasi pramugari tangan di belakang (Yahoo Lifestyle)

Mereka biasanya hanya didampingi pramugari senior selama bertugas, tanpa manajer.

Dalam sebuah situasi krisis, misalnya saat ada penumpang yang sakit parah, mereka harus bisa mengambil keputusan yang tepat di waktu yang singkat.

Terkadang mereka harus melakukan pertolongan pertama bagi penumpang yang tengah sekarat itu.

4. Senioritas Ada di Seluruh Dunia

Di belahan dunia mana pun, hierarki yang didasarkan pada senioritas selalu ada.

Termasuk di dunia pramugari.

Mereka bekerja nyaris tanpa ‘pemimpin’, sehingga senior yang jam terbangnya lebih tinggilah yang akan menjadi patron.

Tak jarang, pramugari senior mengambil ‘keuntungan’ dari sistim hirarki ini.

5. Bisa Dipecat Gara-gara Masalah Sepele

Pramugari on duty AirAsia saat sedang bertugas melayani penumpang.
Pramugari on duty AirAsia saat sedang bertugas melayani penumpang. (Dok. AirAsia)

Enam bulan pertama masa percobaan merupakan waktu yang paling sulit bagi seorang pramugari karena setiap langkah, tindak-tanduk, dan penampilan mereka akan dinilai secara strict.

Mereka bisa saja dipecat hanya gara-gara meminta izin tidak masuk karena sakit atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai prosedur.

6. Risiko Pramugari Selalu Lebih Besar dari Penumpang

Bagi pramugari, nyawa dan keselamatan penumpang lebih penting dari nyawa dan keselamatannya sendiri.

Tak heran di sebuah insiden maupun kecelakaan pesawat, angka perbandingan pramugari yang cedera akan lebih tinggi dari penumpang yang cedera.

7. Manners Does Matter!

Tak peduli apakah mereka sedang ada masalah pribadi, banyak utang, dan mood yang kurang baik, pramugari harus tetap bisa menjaga sikapnya yang ramah dan menyenangkan di depan penumpang.

8. Pramugari Harus Fleksibel

Ilustrasi pramugari
Ilustrasi pramugari (Instagram/@getyourwingsnow1)

Operasional maskapai berlangsung setiap hari tanpa henti, hampir 24 jam.

Di penerbangan long haul alias jarak jauh, mereka harus berada di dalam kabin lebih dari 14 jam.

Rata-rata pramugari bekerja 65 hingga 90 jam terbang per bulan, ditambah rata-rata 50 jam melakukan persiapan dan menunggu hingga jam terbangnya dihitung.

Untuk mereka yang terbiasa bekerja di lingkungan kantor, hal ini sangat melelahkan.

9. Kenyamanan vs Keamanan

Yang nyaman tak selalu aman.

Di satu sisi pramugari harus memastikan seluruh penumpangnya mendapatkan kenyamanan terbaik, namun di sisi lain faktor keamanan tentu akan mengurangi kenyamanan mereka.

Ini sering menjadi dilema tersendiri bagi pramugari.

10. Dibayar Hanya Sesuai Jam Terbang

Rata-rata maskapai, baik di Indonesia maupun di luar negeri, hanya memberikan gaji pramugari sesuai jam terbang yang mereka lakoni.

Bagaimana jika terjadi keterlambatan atau penerbangan yang dibatalkan, apakah masuk hitungan jam terbang?

Tidak! Jam terbang dihitung saat pesawat mulai didorong mundur (push back).

11. Pramugari Bukan Profesi yang Cocok Bagi Para Penyuka Rutinitas

Ilustrasi pramugari
Ilustrasi pramugari (flyertalk)

Tiap penerbangan, walau dengan tujuan yang sama, akan selalu menjadi pengalaman yang berbeda.

Cuaca berbeda, penumpang berbeda, semua serba berbeda.

Tak heran seorang pramugari harus mampu beradaptasi dengan sangat cepat.

12. Pramugari Mengalami Kelelahan Lebih tinggi dari Kebanyakan Orang

Berada di ketinggian di atas 1.000 kaki akan memengaruhi kondisi fisiologi manusia.

Pramugari terbang lebih dari satu kali dalam satu hari, belum lagi pekerjaan mereka sangat beragam.

Sudah pasti mereka akan mengalami kelelahan fisik yang amat tinggi.

LIHAT JUGA:

13. Pramugari Sering Mengidap Masalah Tidur

Kondisi bisnis penerbangan bertarif rendah (low cost carrier) mengharuskan mereka memangkas beberapa pengeluaran yang dianggap kurang penting.

Satu di antaranya fasilitas hotel menginap bagi para awak kabinnya dari hotel bintang 5 ke budget hotel yang tentu akan memengaruhi kenyamanan tidur para awak kabin.

Akhirnya, dengan kondisi yang superlelah dan kenyamanan tidur yang kurang, awak kabin bisa mengalami masalah tidur, atau sleeping disorder.

Sudah Bisa Keliling Dunia, Mantan Pramugari Ini Ungkap Alasan Keluar dari Pekerjaannya

8 Hal Tentang Perjalanan Udara yang Belum Tentu Kebenarannya

Terkait Jatuhnya MH370, Mantan PM Australia: Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Bunuh Diri

Cerita Pramugari yang Sudah Bekerja 25 Tahun, Dipecat karena Kelebihan Berat Badan 0,7 Kg

Pramugari Ini Ungkap Trik Atasi Penumpang dengan Bau Badan Tidak Sedap

(TribunTravel.com/Sri Juliati)

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved