Prediksi Teknologi Canggih yang Akan Hadir di Bandara Tahun 2030

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi kerap membantu perjalanan dan membuat kesan lebih baik ketika berada di bandara.

Angkasa Pura II
Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, 2018. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi kerap membantu perjalanan dan membuat kesan lebih baik ketika berada di bandara.

Head of Technology Société Internationale de Télécommunications Aéronautiques (SITA) Sherry Stein mengatakan bahwa teknologi memiliki peran yang besar di bandara.

“Teknologi akan menjadi kunci utama dalam menciptakan setiap aspek dari perjalanan wisata yang lancar,” tutur Stein seperti dilansir dari CNN, Selasa (11/2/2020).

Tidak hanya Stein, Director of Security, Facilitation and Airport IT For Airports Council International (ACI) Nina Brooks juga menyuarakan hal yang sama bahwa inovasi teknologi kini sangat penting terkait bagaimana bandara beroperasional.

Sebab, angka penumpang secara global diharapkan tumbuh dua kali lipat pada2024.

Menurut ACI, pada 2018 terdapat setidaknya 8,8 miliar penerbang.

Buat Video TikTok di Tempat Kerja hingga Viral di Medsos, 4 Pekerja Bandara Dipecat

Jika pada 2018 mencapai angka tersebut, ada kemungkinan pada 2040 akan terdapat setidaknya 19.7 miliar penerbang.

“Bandara adalah tempat yang melibatkan banyak sekali pihak seperti karyawan bandara, maskapai penerbangan, personel keamanan, otoritas penerbangan nasional dan vendor luar.

Mengadopsi teknologi baru dapat membantu mereka bekerja lebih efisien,” kata Brooks.

Lalu, seperti apa teknologi yang dapat memudahkan para pekerja di bandara sebagai antisipasi pelonjakan penerbang?

Berikut ini adalah prediksi teknologi canggih yang akan ada di bandara pada 2030. 

1. Biometrik

Identifikasi biometrik adalah sebuah teknologi yang mengidentifikasi identitas penerbang melalui sidik jari atau fitur wajah.

Melalui identifikasi tersebut, para pekerja bandara dapat mempercepat beberapa aspek perjalanan mereka seperti keamanan hingga saat menaiki pesawat.

Brooks mengatakan bahwa saat ini terdapat beberapa ratus bandara di seluruh dunia yang sedang mencoba teknologi tersebut.

Salah satunya adalah Bandara Changi di Singapura yang menggunakan biometrik di Terminal 4.

Melalui identifikasi biometrik, masyarakat tidak perlu menunjukkan paspor atau memindai ibu jari saat tiba di imigrasi.

Mereka cukup berjalan melalui sebuah jalur otomatis.

Di sana, mereka akan diidentifikasi melalui pemindai bola mata dan tangkapan wajah.

Tidak hanya bandara, maskapai penerbangan British Airways juga baru saja menggunakan biometrik boarding untuk seluruh penerbangan domestik di Bandara Heathrow Terminal 5, London.

2. Artificial intelligence (AI)

 Teknologi AI cenderung lebih baru dibandingkan dengan biometrik.

Teknologi ini dipercaya mampu membantu keamanan bandara seiring pelonjakan penerbang terjadi.

“Semakin sibuk bandara, maskapai penerbangan dan organisasi keamanan akan bekerjasama untuk semakin mengandalkan AI untuk menjaga keamanan dan keefisiensian,” tutur Brooks.

Saat ini, distrik pelabuhan Port Authority of New York and New Jersey merupakan salah satu yang menggunakan teknologi AI untuk membantu dalam menyaring perlengkapan saat masyarakat melakukan check-in atau sedang membawa tas.

Teknologi tersebut memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi tas yang dianggap mencurigakan. 

AI akan memberikan informasi tersebut kepada agen Transportation Security Administration (TSA) untuk dilakukan pemeriksaan kembali sebelum tas dimasukan ke pesawat atau diberikan kepada penumpang.

Kemudian, maskapai British Airways di Bandara Heathrow Terminal 5 saat ini sedang mencoba menggunakan teknologi AI melalui robot buatan BotsAndUs.

Robot yang dapat berinteraksi dengan penumpang melalui beberapa bahasa untuk memberi jawaban terhadap pertanyaan seputar penerbangan.

3. Aplikasi penerbangan memadai

Aplikasi seputar penerbangan sudah ada. Akan tetapi pengembangan akan terus dilakukan sehingga aplikasi semakin memadai dan dapat membantu lebih lanjut.

Pengembangan tersebut meliputi informasi seputar cuaca, lalu lintas udara, informasi gerbang bandara, lahan parkir yang tersedia di bandara, dan waktu tunggu keamanan secara nyata (real time).

Bahkan beberapa aplikasi penerbangan juga akan dilengkapi dengan Geographical Information System (GIS) yang akan memberi peta kepada para penerbang seputar apa yang mereka cari seperti kedai kopi terdekat atau gerbang keberangkatan mereka.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Sediakan Hand Sanitizer

Promo Tiket Kereta Bandara Jakarta dan Medan, Berlaku Selama Februari 2020

Video Turis Asing Kejang-kejang di Bandara Ngurah Rai Viral di Medos, Ini Penjelasan Pihak Bandara

Viral di Medsos, Turis Asing Tiba-tiba Kejang di Bandara Ngurah Rai, Ini Penjelasan Otoritas Bandara

PT KAI Perpanjang Rute KA Bandara Adi Soemarmo hingga Klaten

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prediksi Teknologi Mutakhir di Bandara pada 2030"

 
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved