Breaking News:

Cerita Bule yang Kunjungi Pasar Tomohon, Pusat Kuliner Esktrem Seperti Wuhan

"Asal mula virus corona baru adalah satwa liar yang dijual secara ilegal di pasar makanan laut Wuhan," kata Gao Fu

Tangkap layar foto Alf Jacob Nilsen
Daging anjing dan kucing juga dijual di sana 

TRIBUNTRAVEL.COM - Wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China telah menjatuhkan banyak korban.

Hingga Rabu (29/1/2020), pihak berwenang China mengumumkan 132 orang telah tewas akibat virus corona. 

Berbagai dugaan penyebab virus pun bermunculan, satu di antara yang paling kuat adalah kuliner ekstrem yang kerap dikonsumsi oleh orang China.

Pasar Seafood Huanan yang terletak di pusat kota Wuhan, di mana virus corona berasal, menjual berbagai makanan yang berasal dari hewan-hewan liar seperti buaya, anjing, ular, tikus, landak, koala, dan hewan buruan lainnya.

"Asal mula virus corona baru adalah satwa liar yang dijual secara ilegal di pasar makanan laut Wuhan," kata Gao Fu, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.

Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa virus Wuhan ditularkan dari ular ke manusia.

Imbas Wabah Virus Corona, Bagaimana Nasib Pasar Tomohon Kini?

Tetapi penasehat media pemerintah, Zhong Nanshan, juga mengidentifiksasi luwak dan tikus sebagai sumber yang memungkinkan penularan virus.

Tak disangka, pasar serupa juga ada di Indonesia.

Namanya adalah pasar Ekstrim Tomohon yang terletak di Sulawesi.

Pasar tersebut terkenal karena kekejaman terhadap binatang termasuk kucing dan anjing yang disimpan di kandang kecil sebelum dipukuli sampai mati dan dijual, dilansir dari Daily Mail (18 Juni 2019)

Warga Norwegia, Alf Jacob Nilsen (64), pernah mengunjungi pasar tersebut.

Alf dari Hidra, Norwegia mengatakan, "Saya harus mengakui bahwa perasaan saya campur aduk di pasar itu - sangat sulit untuk digambarkan.

"Ratusan penduduk setempat menawarkan daging, daging anjing, kelelawar, ayam dan ikan untuk dijual.

"Perlakuan dan pembunuhan anjing seperti yang terjadi di Tomohon sekarang, dari sudut pandang saya, harus dihentikan.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved