Breaking News:

Semarang Jadi Kota Wisata Terbersih di Asia Tenggara

Kota Semarang ditetapkan sebagai kota wisata terbersih di Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020

Kompas.com/Barry Kusuma
Lawang Sewu di Kota Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada 1904, dahulu gedung megah bergaya art deco ini merupakan kantor Nederlandsch Indische Spoorweg (NIS) alias kantor jawatan kereta api atau trem pemerintah Belanda. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Semarang, Jawa Tengah berhasil mendapatkan anugerah sebagai kota wisata terbersih di Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020, Kamis (16/1/2020) di Brunei Darussalam.

Penghargaan ini diberikan oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) dan akan disematkan pada Kota Semarang selama dua tahun, yaitu hingga tahun 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengungkapkan kegembiraan atas torehan apik dari kota lumpia ini.

Menurutnya, Kota Semarang patut berbangga atas segala usaha pembangunan yang meraih hasil positif.

"Tentunya yang pertama bangga dan senang. Karena segala pembangunan dan usaha yang dilakukan ternyata mendapatkan apresiasi dari pihak-pihak luar (ATF)," kata Indriyasari ketika dihubungi Kompas.com, Senin (20/1/2020).

Indriyasari melanjutkan, proses penilaian hingga mendapat predikat tersebut berawal dari tim ATF yang datang ke Kota Semarang untuk menilai dari beragam aspek.

7 Hotel Murah di Bandungan, Semarang untuk Liburan Tahun Baru Imlek 2020, Tarif Mulai Rp 150 Ribu

"Ini karena yang kita usulkan adalah kategori Kota Wisata yang bersih, sehingga yang dinilai adalah kota secara keseluruhan. Tidak hanya tempat wisatanya saja, tapi juga aspek-aspek yang lain," tambahnya.

Proses penilaian tersebut juga sudah berlangsung selama beberapa tahun belakangan.

Namun diakuinya, Kota Semarang belum berhasil meraih penghargaan di tahun-tahun sebelumnya.

Namun, lanjut Indriyasari, penghargaan Kota Semarang sebagai ASEAN Clean Tourist City Standard ini akan menjadi tantangan dan pekerjaan rumah terberat bagi Disbudpar Kota Semarang untuk menjaga agar tidak direbut kota lain.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved