Breaking News:

Awal 2020, Kereta Api Relasi Cibatu-Garut Siap Beroperasi

Dua rangkaian kereta disiapkan untuk melayani penumpang di jalur bersejarah yang terakhir aktif puluhan tahun lalu tersebut.

Editor: Gigih Prayitno
Instagram/keretapaikita
Ilustrasi Kereta Api 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Hery Antasari memastikan jalur kereta Cibatu-Garut siap dioperasikan di awal 2020.

Dua rangkaian kereta disiapkan untuk melayani penumpang di jalur bersejarah yang terakhir aktif puluhan tahun lalu tersebut.

"Sekarang sudah tinggal difungsionalkan karena kalau dioperasikan sudah, bahkan uji coba juga sudah," kata Hery di Bandung, Selasa (7/1).

Keputusan terakhir, katanya, ada di PT KAI untuk menentukan pengoperasiannya setelah sertifikasi.

Mengenai tiket, ada opsi untuk promosi, dikomersialkan kepada masyarakat, atau kebijakan lainnya.

"Ini yang mungkin sedang disiapkan oleh PT KAI. Rencananya kalau tidak salah sementara pakai dua rangkaian kereta dulu," ujarnya.

Hery mengatakan Pemprov Jabar pun terus menjalankan program reaktivasi kereta api lainnya. Menurut Hery, tahun ini Pemprov Jabar fokuskan bersama PT KAI dalam program reaktiviasi kereta ke jalur Rancaekek-Tanjungsari.

"Kan harus ada yang ditertibkan dan penyiapan lahannya. Pemprov Jabar tugasnya membantu penertiban lahan ini. Itu lahannya yang ada di jalur milik PT KAI, ada juga yang dari stasiun pelebaran. Tapi tidak terlalu besar," katanya.

Hery mengatakan, semua jalur kereta api yang mati digarap untuk direaktivasi. Selain Garut dan Rancaekek, yang tengah dalam proses adalah jalur Banjar-Pangandaran yang sudah dilakukan pendataan dan rute terberat Bandung-Ciwidey.

"Kalau jalur Cianjur-Padalarang itu beda, kategorinya merehabilitasi, bukan reaktivasi. Kalau yang reaktivasi atau menghidupkan kembali atau reaktiviasi ini ada empat jalur di Jabar," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved