Berebut Pacar, 2 Turis Wanita Asal Kenya Lakukan Penganiyaan di Bali

Kedua turis asal Kenya, Afrika itu mengakui dan menyesali perbuatan telah melakukan penganiayaan.

Berebut Pacar, 2 Turis Wanita Asal Kenya Lakukan Penganiyaan di Bali
Kolase INSTAGRAM
Destinasi wisata di Pulau Bali 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tangis Ruth Berly A Tieno (22) dan Lorine Namelok Sale (22) pecah saat diminta menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (4/12/2019).

Menanggapi tuntutan jaksa secara lisan, kedua terdakwa asal Kenya, Afrika itu mengakui dan menyesali perbuatan telah melakukan penganiayaan.

Didampingi seorang alih bahasa, para terdakwa pun memohon kepada majelis hakim agar dijatuhi hukuman ringan.

Jaksa sendiri menuntut Ruth dan Lorine dengan pidana penjara selama sepuluh bulan.

Keduanya dinilai bersalah karena melakukan penganiayaan terhadap Joaninha Maria Graciet Verdial Viera (korban) asal Timor Leste.

Diduga para terdakwa melakukan penganiayaan, berlatar rebutan pacar.

Terhadap pembelaan lisan yang disampaikan kedua terdakwa, Jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan menegaskan tetap pada tuntutan yang telah diajukannya.

Setelah para pihak saling menanggapi, majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day menunda sidang.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan, mangagendakan pembacaan putusan oleh majelis hakim.

Sementara Jaksa Triarta dalam surat tuntutannya menyatakan, bahwa kedua terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved