Sebelum Laksanakan Umrah Backpacker, Sebaiknya Pahami 4 Risiko Ini

Bagi traveler yang baru pertama kali menjalankan ibadah umrah wajib paham benar apa risiko dari umrah backpacker.

Sebelum Laksanakan Umrah Backpacker, Sebaiknya Pahami 4 Risiko Ini
chicagohajj.com
Ilustrasi perbekalan umrah untuk wanita 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi  traveler muslim, menjalankan ibadah umrah dan haji mungkin menjadi mimpi sebagai ibadah kepada Allah SWT.

Namun, untuk bisa menjalankan ibadah umrah dan haji tentunya diperlukan usaha yang cukup besar bagi sebagian orang,.

Pasalnya, umrah dan haji membutuhkan banyak biaya.

Mengutip laman Kompas, Senin (7/10/2019), Bendahara Umum Asosiasi Umrah dan Haji PRATAMA, Ali Umasudi berpendapat tentang batas harga paket umrah termurah yang bisa diperhatikan calon jemaah.

Liburan Artis - Potret Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Makan Malam Bareng Luna Maya di Tokyo

7 Travel Umrah di Medan dengan Keberangkatan Awal 2020, Simak Tarif dan Fasilitasnya

"Biaya umrah itu tergantung program. Ada yang promo dan reguler. Kalau reguler itu sekitar Rp 26-27 juta per orang, kalau yang promo itu Rp 16-17 juta per orang," kata Ali, beberapa waktu lalu.

Namun, ada pilihan lain untuk melakukan perjalanan umrah dengan biaya lebih murah yakni dengan umrah backpacker.

Agar Tidak Keliru, Kenali Perbedaan Jenis-jenis Ibadah Umrah

Kelemahan Umrah Backpacker: Jemaah Tak Banyak Tahu Tentang Tata Cara Umrah

Bisa Umrah Backpacker ke Tanah Suci dengan Bujet Rp 8 Juta, Kok Bisa?

Umrah backpaker banyak digencarkan bagi mereka yang mengajak atau menawarkan cara umroh dengan biaya murah dan dilakukan secara mandiri.

Seperti yang dipopulerkan oleh seorang penulis buku Elly Basrah Lubis, mengenai umrah backpacker.

Elly mengungkapkan umrah backpacker bisa dijalankan dengan biaya sekitar Rp 8 juta per orang.

Biaya umrah tersebut, dengan catatan, digunakan dengan cara backpacker.

"Seberapa murah umrah backpacker? Tergantung mendapatkan tiket pesawatnya," kata perempuan yang juga menulis buku "Umroh Backpacker: A to Z Berumroh Ala Backpacker" itu.

Ia menekankan, komponen biaya terbesar dalam umrah adalah tiket pesawat.

Elly mencontohkan biaya tiket pesawat non promo ke Jeddah biasanya di atas Rp 11,5 juta (pergi pulang).

"Misalnya dapat tiket pesawat Malaysian Airlines 1,3 juta (PP). Itu Rp 8 juta totalnya bisa umrah," jelasnya.

Umrah backpacker juga menekan biaya-biaya lain.

Ilustrasi jamaah yang sedang menjalankan ibadah umrah.
Ilustrasi jamaah yang sedang menjalankan ibadah umrah. (instagram/reizamohammad)

Misalnya menghilangkan biaya untuk memberangkatkan ustad dan travel agent dari Indonesia, menurunkan kelas penginapan, biaya pemasaran paket umrah, suvenir (koper, ihram, atau seragam mukena), dan manasik.

Menurutnya, komponen-komponen itu akan menekan total biaya umrah selain biaya tiket pesawat yang mendapat porsi terbesar.

"(Harga itu) Dengan fasilitas di Mekkah-nya sudah reguler. Ada makan, hotel, mutowif, semua reguler. Di Saudi tidak ada perbedaan. Makan itu reguler katering tiga kali sehari," jelas Elly.

"Itu umrah backpacker tak ada bedanya dengan umrah reguler yang berangkat dari Jakarta," lanjutnya.

Untuk mendapatkan tiket pesawat murah, Elly menyarankan untuk memantau terus situs pemesanan tiket pesawat.

Bila mendapatkan tiket promo, lebih baik langsung dipesan agar bisa mengurangi biaya umrah.

Meski sekilas umrah backpacker memiliki kelebihan yakni bisa menghemat biaya yang dikeluarkan, namun bagi mereka yang baru pertama kali menjalankan ibadah umrah wajib paham benar apa risiko dari umrah backpacker ini.

Dirangkum TribunTravel, berikut risiko umrah backpacker yang harus diketahui calon jamaah:

1. Risiko kendala visa umrah yang tidak bisa dikeluarkan jika tidak melalui visa provider

Ilustrasi dokumen untuk mengajukan visa umrah
Ilustrasi dokumen untuk mengajukan visa umrah (Instagram.com/ @beritartm)

Meski backpacker, khusus visa umrah, calon jamaah harus tetap melalui travel agent sebelum melakukan perjalanan ke tanah suci.

Dalam hal ini biro dengan stasus visa provider yang sudah terdaftar resmi di Pemerintah.

2. Pengelolaan perlengkapan jamaah mulai dari berangkat sampai pulang

Ilustrasi perlengkapan umrah wanita
Ilustrasi perlengkapan umrah wanita (Instagram.com/ @htcengel)

Bagi calon jamaah umrah yang baru pertama kali berangkat wajib memahami alur dan prosedur membawa perlengkapan selama menjalankan ibadah umrah.

Jika tidak paham alur dan prosedur, justru calon jamah akan kerepotan sendiri.

Terlebih jika sampai terjadi kehilangan atau terkendala komunikasi Bahasa Arab.

3. Fasilitas yang minim bisa menganggu konsentrasi ibadah

Ilustrasi Jemaah Umrah di Tanah Suci Mekkah
Ilustrasi Jemaah Umrah di Tanah Suci Mekkah (Instagram/ alhijazumrohhajiplus)

Akibat terlalu memikirkan cara penghematan biaya saat menjalankan ibadah umrah, dengan menggunakan fasilitas seminim mungkin tentu akan menganggu konsentrasi ibadah.

Bagi yang belum berpengalaman tentu mengurus hal seperti ini akan terasa sulit.

Seperti mengurus penginapan, tiket, maupun visa seperti yang telah disebutkan diatas.

Dampaknya, jika calon jamaah kelelahan karena repot mengurus semua itu maka ibadah dapat menjadi kurang fokus atau kurang khusyuk.

4. Waktu

Tiket pesawat
Tiket pesawat (turner.com)

Karena untuk menekan biaya yang dikeluarkan, calon jamaah umrah backpacker bisa saja menghemat pengeluaran dengan memilih tiket pesawat yang murah.

Tiket pesawat yang murah ini tentu tidak akan membawa calon jamaah umrah untuk langsung menuju Arab Saudi, melainkan harus transit di beberapa negara bahkan hingga berjam-jam.

7 Travel Umrah di Semarang, Cek Harga Paket dan Jadwal Keberangkatannya

Daftar Travel Umrah di Semarang, Ada yang Tawarkan Paket Hemat dan Fasilitas Menarik

Ketahui 5 Waktu Terbaik untuk yang Pertama Kali Umrah

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved