Promosi Wisata, Wishnutama Akan Permudah Izin Syuting Film Hollywood di Indonesia

Hal ini dikatakannya karena syuting film merupakan bagian dari pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Promosi Wisata, Wishnutama Akan Permudah Izin Syuting Film Hollywood di Indonesia
Warta Kota/Henry Lopulalan
Pendiri NET TV Wishnutama usai bertemu Prisiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). Menurut Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Terkait sulitnya izin syuting perusahaan film terbesar di dunia, Hollywood di Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan akan mempermudah izin tersebut.

Hal ini dikatakannya karena syuting film merupakan bagian dari pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Izin itu harus dipermudah, ya karena itu bagian daripada investasi juga ke Indonesia, jadi harus membuat perizinan itu jauh lebih nyaman, jadi itu akan kita sederhanakan,” kata Wishnutama kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Implementasi dari wacana perizinan tersebut diakui Wishnu bukan menjadi Pekerjaan Rumah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saja, melainkan juga kementerian lain.

Naik MRT, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Hadiri Diskusi Pariwisata

Jokowi Minta Wishnutama Kembangkan Restoran Indonesia di Luar Negeri

LIHAT JUGA:

Ia mengatakan pernah membantu perizinan Hollywood syuting di Indonesia, namun diakuinya perizinan tersebut sangat sulit.

“Justru ini jadi pembelajaran dari orang yang udah pernah minta izin, saya akan memelajari apa yang bisa mempermudah dan membuat itu jadi jauh lebih nyaman, karena itu bagian daripada investasi juga,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, sebelumnya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Herliani Tanoesoedibjo, mengatakan promosi-promosi pariwisata Indonesia akan dibuat lebih kreatif menggunakan media film.

Hal itu ia sampaikan setelah acara pelantikan Wakil Menteri Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

"Banyak sih hal-hal promosi (film) yang bisa kita lakukan yang lebih kreatif ya, misalnya bikin film," kata Angela.

Menurutnya, film-film tentang Indonesia bisa dipasarkan di luar negeri sebagai media promosi pariwisata Indonesia.

Angela mencontohkan film Eat, Pray, Love yang salah satu tempat syutingnya bertempat di Bali.

Pura Taman Saraswati, Ubud, Gianyar
Pura Taman Saraswati, Ubud, Gianyar (TribunTravel/Gigih Prayitno)

"Seperti Eat Pray Love itu. Sepertinya Pak Erick Thohir juga sempat katakan itu di Bali. Jadi itu hal-hal yang bisa kita lakukan, promosi-promosi yang lebih kreatif," ujar Angela.

Film Eat Pray Love sendiri tayang pada 13 Agustus 2010 dan dibintangi oleh Julia Roberts.

Potret Pesona Bukit Campuhan, Tempat Jogging Para Bule di Ubud yang Menakjubkan

Mengunjungi Pura Taman Sarasawati, Pura Ikonik di Ubud yang Dikelilingi Kolam Teratai

Salah satu lokasi syuting Eat Pray Love adalah Ubud, Bali.

Film ini dipandang sukses semakin mengangkat nama Ubud di mata dunia.

Izin lebih mudah di luar negeri

Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Chand Parwez menuturkan bahwa proses perizinan syuting film lebih terasa mudah di luar negeri.

Menurutnya, itulah alasan mengapa banyak film Indonesia banyak melakukan syuting di luar negeri.

“Di Indonesia masih dianggap bahwa film itu sesuatu yang butuh dieksploitasi," kata Chand Parwez saat ditemui di Film Art Exhibition 2019, di Atrium 23 Paskal Shopping Centre, Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu (27/3/2019).

"Padahal film adalah bagian dari budaya, film akan berdampak positif bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menurut pemilik rumah produksi Starvision ini, modal yang dikeluarkan untuk syuting di luar negeri jauh lebih murah ketimbang di dalam negeri.

Salah satu yang membuat mahal syuting di dalam negeri menurutnya adalah sulitnya perizinan antar instansi.

Chand Parwez menceritakan pengalamannya ketika syuting di New York, Amerika Serikat.

New York
New York (pexels.com)

Menurutnya, pemerintah New York sangat memudahkan perizinan.

Uang yang dikeluarkan untuk perizinan pun tidak lebih dari Rp 10 juta.

“Kita bisa syuting di mana saja di seluruh New York,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wishnutama Akan Permudah Izin Syuting Film Hollywood di Indonesia.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved