Naik MRT, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Hadiri Diskusi Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio bersama wakilnya Angela Tanoesoedibjo menghadiri diskusi di kawasan Blok M.

Naik MRT, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Hadiri Diskusi Pariwisata
instagram/wishnutama
Sosok Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata yang Baru. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio bersama wakilnya Angela Tanoesoedibjo menghadiri diskusi di kawasan Blok M, Selasa (5/11/2019).

Dilansir TribunWow dari tayangan iNews Sore di iNews Tv, Selasa (5/11/2019), mereka menaiki Moda Raya Terpadu (MRT)  dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia  menuju stasiun Blok M.

Para mantan pimpinan media ini juga kompak mengenakan pakaian yang sama, yaitu kemeja hitam yang dipadukan dengan celana jeans biru.

Keberadaan mereka pun sontak jadi pusat perhatian warga.

Potret Liburan Angela Tanoesoedibjo Bersama Sang Buah Hati, Berseluncur di Salju hingga Kolam Renang

Momen Angela Tanoesoedibjo Liburan Bareng Buah Hati, Berseluncur Seru di Pegunungan Bersalju

TONTON JUGA

Mereka pun tak luput menjadi objek swafoto dari ibu-ibu yang berada di sana.

Wishnutama foto bareng penumpang MRT
Wishnutama foto bareng penumpang MRT (YouTube Official iNews)

Wishnutama dan Angela juga terlihat berbincang dengan para penumpang MRT di gerbong yang sama.

Mereka menghadiri diskusi yang bertajuk Ngopi Bareng Mas Tama dan Mba Angela.

Dalam diskusi ini, Wishnutama dan Angela memaparkan cara meningkatkan pariwisata Indonesia.

Keduanya optimis, industri pariwisata Indonesia dapat meningkatkan devisa negara.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggenjot promosi pariwisata dengan cara yang menarik dan kekikinian.

"Salah satu daya tarik adalah events, calender of events juga harus kita utamakan, selain keindahan alamnya, juga events-nya, kita bisa tampilkan," ujar Wishnutama.

Menparekraf beri pernyataan mengenai sektor pariwisata Indonesia
Menparekraf beri pernyataan mengenai sektor pariwisata Indonesia (YouTube Official iNews)

Wishnutama menilai seni dan kreatifitas orang Indonesia dapat menjadi nilai jual.

"Bukan sekedar keindahan alamnya, tapi juga kemasannya, bagaimana kita mengemas suatu daerah tersebut jauh lebih menarik, jauh lebih mudah, lebih nyaman" tambahnya.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (5/11/2019), selain membahas tentang cara meningkatkan sektor pariwisata, mereka juga membahas tentang industri MICE.

Wishnutama mengakui industri MICE (meeting,incentive,convention, dan exhibition) memiliki potensi yang besar.

"Bagusnya (turis) MICE sekali datang tidak cuma berdua, bahkan bisa ribuan," katanya.

Mantan CEO Netmediatama ini mengaku sudah berkonsultasi dengan penyelenggara MICE dari luar yang paham tentang Indonesia.

Ia juga masih berdiskusi mengenai apa saja yang perlu dirubah, termasuk struktur dalam kementerian.

Tak hanya itu, Wishnutama juga akan mendukung dan mengoordinasi event yang menjadi bagian industri MICE.

"Harus ada event besar, yang punya daya tarik luar biasa," katanya.

Termasuk program Calender of Event yang berisi 100 event dari 34 provinsi di Indonesia.

"Event 100 akan kita pilih dan kita jadikan daya tarik," katanya.

Para pelaku industri pariwisata Indonesia juga mendukung program dari Menparekraf Wishnutama.

Dalam Kompas.com, Jumat (25/11/2019), Indonesia Event Industry Council ( IVENDO) menaruh harapan pada Wishnutama.

Hal ini diungkapkan oleh Vice President IVENDO, Irvan Mahidin Sukamto.

Ia juga meminta agar penyelenggaran acara besar tak hanya fokus di Jakarta ataupun Bali, tapi juga daerah lain.

“Bukan hanya Jakarta, Bali, yang sudah jadi langganan penyelenggaraan semua event, tapi perlu dikembangkan juga daerah-daerah lainnya, kalau bisa juga menggiatkan daerah-daerah yang potensi untuk event conference dan exhibition dibangun,” harapnya

Menurutnya, hal ini selaras dengan program dari Menteri Pariwisata sebelumnya, Arief Yahya yang meluncurkan Calendar of Event 2020 (CoE).

“Saya kira selaras dengan program Pak Arief Yahya, yang baru saja meluncurkan COE, dengan memfokuskan pada event-event,” kata Irvan ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

Ia juga setuju dengan Wishnutama yang mengatakan bahwa event akan menjadi daya tarik wisatawan dan berdampak positif pada pariwisata Indonesia.

“Kalau pandangan saya, memang dari dulu event itu sudah men-drive pariwisata. Contoh dengan adanya international, meeting, conference, exhibition atau MICE,” katanya.

Terlebih lagi Indonesia kerap menjadi host di acara-acara internasional.

Ia juga mengatakan, pengeluaran wisatawan baik mancanegara maupun nusantara bisa mencapai 3-4 kali lipat ketika berkunjung ke Indonesia.

Mereka rata-rata menghabiskan uang  untuk hotel, transport, makan dan minum, oleh-oleh, dan lainnya.

“Contohnya 3 hari mereka attend conference, bisa habis lebih banyak dari 3 hari leisure, belum lagi mereka untuk entertainment seperti spa dan lainnya,” kata Irvan.

Perlu diketahui, Indonesia pernah memiliki direktorat MICE pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Direktorat yang berdiri pada 2007 ini dipimpin oleh direktur yang setara dengan eselon 2.

Namun pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode pertama, struktur direktorat ini dihapus.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Congress & Convention Associaton (INCCA) Iqbal Alan Abdullah mengatakan lima tahun terakhir merupakan masa yang menyulitkan bagi industri MICE di Indonesia.

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/11/2019), Iqbal menyatakan industri MICE Indonesia tak mengalami perkembangan yang signifikan.

“Tapi kita belum bisa bergerak. Kita punya Presiden yang punya visi hebat untuk MICE, tapi eksekusinya di lapangan yaitu di tingkat kementerian kurang bagus,” kata Iqbal.

Iqbal menilai seharusnya MICE punya potensi besar untuk mengejar Thailand, Singapura ataupun Korea Selatan.

Ia juga menanggapi bergabungnya ekonomi kreatif dan pariwisata dalam satu kementerian.

Iqbal mengatakan pemerintah seharusnya hati-hati dalam pengimplementasiannya.

“Ini harus hati-hati dalam implementasinya, jangan nanti malah lebih beratnya ke kreatif daripada pariwisatanya sebab pariwisata itu luas,” ujarnya.

Ketua DPP INCCA ini juga menambahkan, seharusnya MICE dapat bergerak maju apabila ada pemahaman mengenai pasar dan pengelolaannya.

Namun, ia juga mendukung program kerja dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

Ia mengatakan siap mendukung apabila INCCA juga dilibatkan dalam rencana kerja dalam setiap program terutama event prioritas.

“Prinsipnya kami siap mendukung menteri yang baru apabila INCCA dilibatkan dalam rencana kerja 5 tahun ke depan, karena event itu juga sub bagian dari kegiatan MICE,” ujar Iqbal

Lihat video selengkapnya pada menit 0.17

Bekraf Ucapkan Salam Perpisahan Unik Buat Triawan Munaf yang Digantikan oleh Wishnutama

Reaksi Menpar Wishnutama Tanggapi Isu Harga Tiket Pulau Komodo jadi Rp 14 Juta

8 Tempat Wisata di Kota Kelahiran Wishnutama, Uniknya Pasar Mama-mama dan Bukit Jokowi

Angela Tanoesoedibjo Jadi Wamenparekraf, Wishnutama: Tidak Hanya Cantik tapi Juga Cerdas dan Pintar

Jokowi Minta Wishnutama Kembangkan Restoran Indonesia di Luar Negeri

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Hadiri Diskusi Pariwisata, Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Naik MRT hingga Dikerubungi Ibu-ibu

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved