7 Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Daerah, dari Kirab hingga Pohon Uang

Deretan tradisi unik untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di berbagai daerah, mulai Ngalungsur Pusaka hingga Grebeg Maulud.

7 Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Berbagai Daerah, dari Kirab hingga Pohon Uang
TRIBUN TRAVEL/WAHID NURDIN
GREBEG MAULUD - Suasana perayaan Grebeg Maulid Nabi di Keraton Surakarta, Selasa (20/11/2018). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam tradisi dan budaya.

Berbagai tradisi diselenggarakan untuk memperingati hari-hari besar, satu di antaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

Peringatan ini merupakan bentuk penghormatan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Habiskan Liburan Maulid Nabi, Sejumlah Warga Pilih Liburan di Kota Tua Jakarta

10 Inspirasi Ucapan Selamat Maulid Nabi dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Artinya

LIHAT JUGA:

Beragam tradisi unik perayaan Maulid Nabi pun diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia.

Dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber, berikut tradisi unik perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di berbagai daerah:

1. Ngalungsur Pusaka (Garut, Jawa Barat)

Ngalungsur Pusaka
Ngalungsur Pusaka (Kompas.com)

Peringatan Ngalungsur Pusaka diadakan di Garut, Jawa Barat.

Para warga biasanya memperingati Maulid Nabi dengan membersihkan pusaka-pusaka yang merupakan peninggalan dari Sunan Rohmat (Kian Santang).

Selain itu, masyarakat di Garut juga berziarah ke makam para wali.

Kegiatan itu bertujuan untuk menunjukkan rasa hormat atas perjuangan para wali tersebut dalam menyebarkan dan menyampaiakan ajaran-ajaran islam.

2. Keresan (Mojokerto, Jawa Timur)

Tradisi unik ini diadakan di Dusun Mengelo, Mojokerto, Jawa Timur.

Tradisi ini dimulai dengan acara doa bersama di halaman Masjid Darussalam Mengelo.

Setelah itu, barulah para warga Dusun Mengelo akan berebutan mengambil hasil bumi yang digantung di pohon kersen.

Sebagai pelengkap, di pohon tersebut juga digantung sejumlah kebutuhan pokok seperti pakaian, topi, sandal, sepatu, dan masih banyak lagi.

6 Kuliner Tradisi Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dari Berbagai Daerah di Indonesia

15 Gambar Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 2018 Terbaru

3. Kirab Ampyang (Kudus, Jawa Tengah)

Kirab Ampyang
Kirab Ampyang (Tribun Jogja)

Peringatan Maulid Nabi berikutnya diselenggarakan di Kudus, tepatnya di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah.

Tradisi ini dilakukan dengan membawa arak-arakan berupa gunungan ampyang (nasi) dan kerupuk.

Setelah arak-arakan selesai, maka gunungan akan didoakan oleh ulama setempat kemudian dibagikan kepada warga.

Kirab Ampyang merupakan tradisi peninggalan Sultan Hadlirin ketika menyebarkan agama Islam di desa itu.

4. Panjang Jimat (Cirebon, Jawa Barat)

Panjang Jimat digelar di Cirebon, Jawa Barat, tepatnya di Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, dan Keraton Kacirebonan.

Upacara peringatan Maulid Nabi tersebut tidak didatangi oleh warga Cirebon saja, melainkan dari berbagai penjuru daerah yang sengaja datang untuk mengikuti acara tersebut.

Upacara peringatan ini dimulai dengan 9 kali bunyi lonceng Gajah Mungkur yang berada di gerbang depan keraton.

Setelah itu diadakan arak-arakan dengan membawa benda-benda pusaka milik keraton.

5. Muludhen (Madura)

Muludhen di Madura
Muludhen di Madura (budayajawa.id)

Tradisi Maulid Nabi ini digelar di Madura.

Para warga akan berkumpul di masjid dan akan membacakan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, tradisi ini diisi dengan acara ceramah keagamaan yang menceritakan tentang akhlak Nabi untuk menjadi teladan bagi setiap umat-Nya.

Setelah itu, para warga akan menyantap tumpeng yang sudah disediakan.

Mengenal Lebih Dekat Sekaten, Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi Muhammad

Perayaan Unik Maulid Nabi di Indonesia: Pawai Endog di Banyuwangi hingga Pohon Uang di Padang

6. Grebeg Maulud (Yogyakarta)

Acara peringatan ini digelar di Yogyakarta.

Dalam acara ini, para sultan dan petinggi Keraton Yogyakarta akan keluar menuju Masjid Agung dengan membawa gunungan makanan.

Setiap kali Grebeg Maulud digelar, ribuan orang tumpah-ruah di halaman Masjid Besar Yogyakarta.

Setelah acara selesai, gunungan makanan akan diserbu oleh para warga yang mengikuti acara tersebut.

7. Bungo Lado (Padang Pariaman, Sumatera Barat)

Bungo Lado merupakan tradisi yang berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Tradisi ini digelar dengan mengumpulkan pohon hias yang dibuat dari uang.

Uang tersebut berasal dari warga dan para perantau yang ingin menyumbang.

Nantinya, uang sumbangan tersebut akan digunakan untuk membangun tempat ibadah.

Tradisi Bungo Lado diadakan bergantian di setiap kecamatan.

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved