Mengenal Lebih Dekat Sekaten, Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi Muhammad

Menjelang peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1440 H, Sekaten merupakan tradisi yang dijalankan dan dinikmati banyak orang.

Mengenal Lebih Dekat Sekaten, Tradisi Unik Memperingati Maulid Nabi Muhammad
diSOLO.com
Gunungan Sekaten 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menjelang peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1440 H, Sekaten merupakan tradisi yang dijalankan dan dinikmati banyak orang.

Bagi masyarakat Surakarta (Solo) dan Yogyakarta, acara Sekaten merupakan sesuatu yang yang dinanti-nanti setiap tahunnya.

Sebab, Sekaten juga dimaknai sebagai sarana hiburan keluarga yang menunjukkan identitas kearifan lokal daerah setempat.

Gasing Bambu di gelaran Sekaten Solo 2018
Gasing Bambu di gelaran Sekaten Solo 2018 ((Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya))

4 Mainan Tradisional di Gelaran Sekaten Solo, Ada Kapal Othok-othok hingga Gasing Bambu

Namun, bagi masyarakat luar Surakarta dan Yogyakarta, banyak yang belum tahu mengenai makna Sekaten atau upacara apa saja yang dijalani.

Oleh sebab itu, banyak masyarakat luar Surakarta dan Yogyakarta yang datang untuk melihat prosesi selama Sekaten berlangsung.

Makna Sekaten

Menurut KRT Haji Handipaningrat dalam buku Perayaan Sekaten, kata Sekaten berakar dari kata dalam bahasa Arab, "Syahadatain" yang memiliki makna persaksian (syahadat).

Bagi masyarakat Muslim, syahadat dianggap penting sebab merupakan proses pengakuan terhadap keesaan Tuhan dan risalah Nabi Muhammad SAW.

Kemudian, kata itu mengalami perluasan makna dengan "Suhatain" yang bermakna menghentikan atau menghindari dua perkara, perbuatan buruk dan menyeleweng.

Makna ini kemudian berkembang lagi menjadi "Sakhatain" yang bermakna menghilangkan makna dua watak, hewan dan setan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved