5 Fakta Kapal RMS Carpathia, Penyelamat Titanic yang Legendaris

Terdapat korban yang selamat setelah mendapat pertolongan dari RMS Carpathia. Mereka rela berbalik arah untuk menyelamatkan para korban.

5 Fakta Kapal RMS Carpathia, Penyelamat Titanic yang Legendaris
Wikipedia
RMS Carpathia, Penyelamat Kapal Titanic 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tenggelamnya kapal RMS Titanic menjadi duka yang mendalam.

Ribuan orang tewas dalam kecelakaan itu.

Namun, setidaknya terdapat korban yang selamat setelah mendapat pertolongan dari RMS Carpathia.

Mereka rela berbalik arah saat menuju New York untuk menyelamatkan para korban.

Setelah saat itu, media mulai melirik Carpathia atas jasanya menyelamatkan korban Titanic.

LIHAT JUGA:

Ini Cara Sederhana Cegah Paspor Ketinggalan di Brankas Kamar Hotel

Pengakuan Pramugari Jet Pribadi dan Kapal Pesiar Mewah, Sama-sama Serba Bisa Layani Penumpang Kaya

Mulai dari kapten kapal dan kru yang bertugas mendapatkan penghargaan dari banyak pihak.

Berikut fakta menarik mengenai kapal penyelamat penumpang RMS Titanic:

1. Kapten kapal dapat penghargaan

Kapten Arthur Henry Rostron
Kapten Arthur Henry Rostron (Britannica)

Kapten Arthur Henry Rostron seketika menjadi terkenal setelah misi penyelamatan itu.

Namun, kabar di media menyebut namanya menjadi "Rostrom", berbeda dengan aslinya.

Henry Rostron lahir di Bolton, Inggris pada 1869.

Dia menyukai dunia maritim sejak kecil dan menyelesaikan sekolah kelautan.

Memasuki usia dewasa, dia mulai bergabung dengan perusahaan perkapalan.

Setelah melayani di berbagai kapal, Rostron bergabung dengan Cunard Line pada 1895.

Dia kemudian bertugas di sejumlah kapal Cunard dan naik ke perwira pertama sebelum menjadi kapten Brescia.

Pada 1904, dia meninggalkan Cunard dan berdinasi di Angkatan Laut Kerajaan.

Setahun kemudian, dia kembali ke Cunard dan menjadi kapten Carpathia.

Rostron mendapatkan pujian dan namanya kian dikenal karena menyelamatkan orang-orang yang selamat dari tenggelamnya Titanic.

Dia dianugerahi Medali Emas Kongres dari Presiden Amerika Serikat William Taft.

Pada 1919, dia juga mendaapatkan penghargaan dari Kerajaan Inggris.

Pilot Ini Ungkap Posisi Kursi Paling Aman di Pesawat

Cara Membuat Visa Jepang di Jakarta, Ini Panduan Lengkapnya

2. Kapten kapal percaya mitos monster laut

Cryptozoology
Cryptozoology (CBS News)

Walaupun menjadi kapten bergengsi dalam sejarah Cunard Line, dia tetap menjadi pribadi yang unik karena tak malu mengaku percaya terhadap mitos.

Dia mempercayai cryptozoologi, studi tentang makhluk yang keberadaannya belum terbukti.

Bahkan, ketika menjabat sebagai kepala petugas di Campania pada tahun 1907, Rostron mengklaim telah melihat seekor monster laut.

Kemudian, ia tulis secara rinci dalam memoarnya.

Ia menuliskan bahwa memperingatkan kepada perwira juniornya untuk menjahui benda-benda yang mencurigakan di tengah laut, apalagi apabila melihat monster laut.

Sikapnya ini berbanding terbalik dengan kepiawaiannya sebagai perwira senior dalam dunia maritim.

3. Penyelamatan yang dramatis

Penumpang Titanic yang selamat di Carpathia
Penumpang Titanic yang selamat di Carpathia (Britannica)

Ketika Kapten Rostron mendapat pesan bahaya dari Titanic, setiap perintah darinya menjadi penting, sebab perlu dilakukan secepat mungkin untuk menyelamatkan penumpang Titanic.

Kecepatan tertinggi Carpathia ketika itu adalah 14,5 knot, tapi kapal itu ditambah kecepatannya mencapai 14 knot dengan kekuatan tambahan agar bisa menambah uap.

Rostron juga memerintahkan pengurangan dalam sistem pemanas kapal sehingga lebih banyak uap dapat dialihkan ke mesin untuk menambah tenaga.

Kecepatan ekstra ini bukannya tanpa risiko.

Sebab, Carpathia juga harus menghindari gunung es sepanjang 107 kilometer.

Sebagai antisipasi, perwira dalam Carpathia dikumpulkan dan mulai bersiap-siap mengeluarkan sekoci apabila dibutuhkan.

Tiga dokter juga diperintahkan segera mengambil sikap di dalam kapal.

Selain itu, para perwira junior mulai mempesiapkan area kapal, kabin dan ruangan untuk menampung korban yang selamat nantinya.

Mereka juga menyiapkan selimut dan makanan untuk menolong korban.

Ketika Carpathia kembali ke New York dengan 705 penumpang Titanic yang telah diselamatan, ada keinginan dari berbagai pihak untuk mengumpulkan dana apresiasi kepada para kru yang telah bertugas.

Penjelasan BMKG Terkait Kabar Gelombang Panas Akan Melanda Indonesia

Curhat Pramugari Tentang Sisi Lain Pekerjaannya, Tak Seindah yang Dibayangkan

4. Bukan cuma Carpathia saja yang terima sinyal SOS

Ilustrasi sinyal SOS
Ilustrasi sinyal SOS (mentalfloss.com)

Pada 1912, beberapa kapal mulai membawa peralatan nirkabel untuk kenyamanan bagi penumpang yang ingin mengirimkan komunikasi ke daratan.

Ini berbeda dengan fungsinya sebagai alat navigasi keselamatan.

Operator nirkabel ini mulai tak dioperasikan lagi oleh anggota kru kapal, melainkan karyawan dari perusahaan telegrap milik Marconi agar penggunaan nirkabel lebih terkontrol lagi.

Ketika Titanic menunjukan tanda bahaya, kapal itu mulai mengeluarkan sinyal SOS kepada kapal-kapal yang melintas pada radius sekitarnya.

SOS merupakan pengembangan dari sinyal radio CQD.

Pesan dari CQD sering dianggap salah oleh beberapa pihak yang menerima.

Akhirnya SOS diciptakan dengan menggunakan transmisi yang lebih mudah.

Banyak yang menggangap SOS berarti "Save Our Ship", namun itu merupakan kesalahan pengertian awal.

Karena dirasa membutuhkan bantuan, akhirnya Kapten kapal Carpathia mulai melakukan langkahnya untuk melakukan penyelamatan.

5. Carpathia hancur oleh torpedo Jerman

Kapal selam Jerman yang membuat Carpathia tenggelam
Kapal selam Jerman yang membuat Carpathia tenggelam (wikipedia)

Carpathia menjalankan peran sebagai kapal trans-Atlantik selama 12 tahun.

Dua tahun setelah penyelamatan Titanic, kapal itu diminta oleh pemerintah Inggris untuk digunakan sebagai pengangkut pasukan selama Perang Dunia I.

Pada 17 Juli 1918, Carpathia menuju Boston untuk konvoi militer.

Namun dalam perjalanan ratusan kilometer itu, Carpathia diserang oleh kapal selam Jerman SM U-55.

Beberapa penumpang bisa menyelamatkan diri menggunakan sekoci yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Ada satu orang yang tewas karena terkena dampak torpedo dari kapal selam tersebut.

Carpathia harus tenggelam di dasar laut.

Selama lebih dari 80 tahun berikutnya, Carpathia tetap tidak terganggu.

Bangkai kapal bisa ditemukan oleh peneliti Clive Cussler dalam air di lepas pantai Irlandia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 5 Fakta Menarik RMS Carpathia, Penyelamat Titanic yang Melegenda.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved