Kedai Kopi Pak Agus, Tempat Ngopi Kekinian di Pasar Gede Solo yang Tradisional

Kedai Kopi Pak Agus menjadi pilihan tempat menikmati kopi sambil nongkrong asyik di Pasar Gede Solo.

TribunTravel/Kurnia Yustiana
Segelas kopi di Kedai Kopi Pak Agus, Pasar Gede, Solo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menikmati kopi yang nikmat bersama teman-teman sambil bercengkerama tentunya menjadi aktivitas liburan yang menyenangkan.

Nongkrong bareng di kedai kopi kekinian tak melulu di mal, ada juga yang lokasinya di pasar tradisional.

Di Solo misalnya, ada sebuah kedai kopi yang menawarkan tempat nongkrong asyik sembari menyesap segelas kopi, di tengah suasana pasar tradisional.

Itulah Kedai Kopi Pak Agus di Pasar Gede barat lantai 2, Solo, Jawa Tengah.

Kedai Kopi Pak Agus mulai baru mulai beroperasi bulan Juli 2019 lalu, di mana ini merupakan Kedai Kopi Pak Agus kedua setelah sebelumnya sudah buka berkonsep foodtruck VW Combi di pelataran parkir MTA Mangkunegaran, Solo.

Kedai Kopi Pak Agus di Pasar Gede dibuka sekaligus untuk mengajak anak muda berwisata ke pasar tradisional.

"Biar otentik, tujuan utama pengen ngidupin pasar juga, apalagi Pasar Gede pusat kota Solo kan," ujar Nugrahaning, pihak manajemen Kedai Kopi Pak Agus dalam perbicangan dengan TribunTravel di Kedai Kopi Pak Agus, Solo beberapa waktu lalu.

Meskipun di pasar tradisional, Kedai Kopi Pak Agus tak hanya beroperasi hingga siang atau sore, tetapi hingga tengah malam.

Jadi traveler bisa jalan-jalan di Pasar Gede merasakan belanja maupun icip-icip aneka kuliner khas Solo yang lezat, kemudian bersantai sambil menyesap kopi di Kedai Kopi Pak Agus.

"Kita buka dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam. Malam juga bisa buat nongkrong-nongkrong," kata pria berkacamata ini.

5 Makanan Khas Jawa di Pasar Gede Solo, Sering Jadi Primadona Wisatawan

Liburan ke Solo, Jangan Lupa Cicipi Brambang Asem di Pasar Gede

Segarnya Es Dawet dan Es Gempol Pleret di Pasar Gede Solo

Nah untuk aneka menu minuman kopi di Kedai Kopi Pak Agus berbasis kopi arabika.

Biji kopi arabika ini berasal dari kebun kopi sekitaran Gunung Papandayan.

"Di sini arabika semua. Kopi Papandayan, jadi memang ngambil dari petani Papandayan, Garut, Jawa Barat," tutur Nugraha.

"Buat espresso based-nya kita single origin Papandayan," imbuhnya.

Pilihan minuman di Kedai Kopi Pak Agus cukup beragam.

Ada espresso, cappucino, caffelatte, mochacino, americano, hingga ranusunburst.

Ingin Memotret Lampion Imlek di Pasar Gede Solo? Ini Angle Foto yang Pas

7 Kuliner Murah dan Nikmat di Pasar Gede Solo yang Harus Kamu Coba, dari Nasi Liwet hingga Lenjongan

Punya Pelanggan Setia, Inilah 4 Legenda Kuliner di Pasar Gede Solo yang Eksis Berpuluh Tahun

Mau yang manual brew juga tersedia lho.

Kalau mau yang non kopi, tersedia pilihan chocolatte, greentealatte dan redvelvet.

Harga minumannya cukup terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu.

Selain minuman, Kedai Kopi Pak Agus juga menjual snack seperti timus dan singkong goreng.

TribunTravel berkesempatan menikmati langsung kopi di Kedai Kopi Pak Agus beberapa waktu lalu.

Tonton juga:

TribunTravel tiba di Kedai Kopi Pak Agus sekitar pukul 17.00 WIB, sebelum mentari terbenam.

Kedai Kopi Pak Agus yang berada di lantai 2 ini menghadap ke jalan raya di kawasan Pasar Gede.

Sejumlah kursi dan meja untuk pengunjung tersusun rapi di depan meja kasir dan area membuat kopi.

Jadi dari kursi ini traveler bisa melihat barista beraksi membuat beragam menu minuman kopi di satu sisi, sedangkan sisi lainnya pemandangan suasana sekitar jalan raya dan bangunan Pasar Gede.

Kedai kopi yang ada di bangunan kuno ini memberikan sensasi berbeda saat berkunjung.

Suasananya sore itu cukup tenang, sesekali ada suara kendaraan yang lalu lalang.

Asyik sekali untuk mencari ketenangan sembari menanti mentari terbenam.

Tanpa menunggu lama, TribunTravel berjalan ke kasir untuk memesan caffe latte.

Sang barista bernama Sambang melayani dengan ramah, bahkan menawarkan untuk mengajari cara membuat caffe latte.

Rupanya Kedai Kopi Pak Agus memang tak hanya menjadi tempat nongkrong, tapi juga memberi edukasi soal kopi ke pengunjung.

Jadi jika mau, traveler bisa belajar langkah demi langkah membuat minuman kopi.

TribunTravel pun ikut mencoba membuat caffe latte bersama barista.

Langkahnya mulai dari menghaluskan biji kopi menjadi bubuk dengan grinder, hingga berbagai langkah berikutnya sampai secangkir caffe latte siap disajikan.

Latte art juga diajarkan, namun karena TribunTravel baru belajar jadi hasilnya belum seindah yang sudah ahli.

Secangkir caffe latte yang TribunTravel buat bersama barista Kedai Kopi Pak Agus.
Secangkir caffe latte yang TribunTravel buat bersama barista Kedai Kopi Pak Agus. (TribunTravel/Kurnia Yustiana)

Setelah selesai, secangkir caffe latte yang disajikan bersama 2 biskuit, siap dinikmati sambil menikmati suasana sore Pasar Gede.

Selain itu, TribunTravel juga mencicipi minuman non kopi, yaitu redvelvet yang manis.

Hingga selepas sore, sejumlah pengunjung pun datang silih berganti di Kedai Pak Agus.

Biasanya kedai kopi ini akan lebih ramai lagi di liburan akhir pekan, dengan pengunjung yang tak hanya dari Solo tapi juga wisatawan luar kota.

"Kalau weekend banyak wisatawan luar kota, dari Jakarta, Surabaya. Kebanyakan kan ke Pasar Gede tujuan utamanya," ucap Nugraha.

Kopi Mentol, Inovasi Kopi dengan Cita Rasa Manis dan Pedas

Alasan Pramugari Khawatir Saat Penumpang Memesan Kopi di Pesawat

Sarapan Pagi Ini, Minum Secangkir Kopi Ditemani Roti Kenari Khas Ambon

(TribunTravel.com/Kurnia Yustiana)

Ikuti kami di
Penulis: Kurnia Yustiana
Editor: Kurnia Yustiana
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved