Breaking News:

Mantan Pramugari Ini Ungkap Sisi Buruk Pekerjaannya Sebagai Awak Kabin Pesawat

Dilansir oleh Tribun Travel dari Express.co.uk, seorang mantan pramugari mengungkapkan sisi buruk dari pekerjaan sebagai awak kabin pesawat.

independent.co.uk
Ilustrasi pramugari yang melayani penumpang pesawat 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selama ini kita menganggap bahwa menjadi bagian dari awak kabin pesawat seperti pramugari adalah sebuah pekerjaan yang sempurna.

Dengan bekerja sebagai awak kabin pesawat, terlihat sebagai pekerjaan yang tampak glamor karena bisa berpergian ke berbagai tempat.

Selain itu, menjadi awak kabin mempunyai banyak tunjangan dan gaji yang cukup besar yang bisa didapatkan.

Namun, ternyata ada sisi buruk dari pekerjaan sebagai awak kabin pesawat.

Ilustrasi pesawat saat lepas landas (take off).
Ilustrasi pesawat saat lepas landas (take off). (bknpk.com)

Dilansir oleh Tribun Travel dari Express.co.uk, seorang mantan pramugari mengungkapkan sisi buruk dari pekerjaan sebagai awak kabin pesawat.

Untuk anggota kru sendiri sisi terburuk dari pekerjaan mereka bukanlah memakai seragam yang ketat dan banyak berdiri.

Namun sebaliknya, bagian yang tidak disukai oleh para awak kabin adalah mereka terlalu berat dan mengakibatkan kelelahan yang luar biasa.

Seorang mantan awak kabin berbicara kepada stuff.co.nz tentang perasaannya tentang hal-hal negatif dalam karier di pekerjaannya.

Terlebih bila penerbangan yang dilakukan adalah penerbangan jarak jauh.

TONTON JUGA :

 Asal Usul Kucing Dijuluki Hewan Bernyawa Sembilan

 Cara Terbaik Menghabiskan Waktu Satu Hari Di Bangkok, Thailand

Ilustrasi
Ilustrasi (greatermedia.com)

Kamu akan terus-menerus lelah dan terus bekerja di zona waktu yang berbeda dapat berakibat buruk pada tubuhmu.

Awak kabin yang kelelahan dapat berdampak pada penerbangan, dan beberapa orang bisa sangat terganggu sehingga berakibat pada ketidakmampuan petugas untuk bekerja.

Pada bulan Agustus 2018 lalu, maskapai penerbanga EasyJet membatalkan penerbangan karena krunya "terlalu lelah," mempengaruhi rencana liburan hampir 150 orang penumpang.

Penumpang Cornelia Dalipe mengatakan dia terkejut mendengar pembatalan penerbangan karena para staf tersebut terlalu lelah untuk melanjutkan penerbangan.

 Mustafa Centre, Tempat Belanja Murah di Singapura yang Buka 24 Jam

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved