Pilot Maskapai Ini Mogok Kerja Massal, 1.700 Penerbangan Dibatalkan

Maskapai penerbangan British Airways tengah diterpa masalah setelah pilotnya melakukan aksi mogok massal.

Pilot Maskapai Ini Mogok Kerja Massal, 1.700 Penerbangan Dibatalkan
IST/vietnamplus.vn
Pesawat milik maskapai British Airways 

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan British Airways tengah diterpa masalah setelah pilotnya melakukan aksi mogok massal, mengancam hampir seluruh penerbangannya dan para penumpang akibat perselisihan terkait gaji.

Pilot British Airways menggelar aksi mogok selama 48 jam mulai Senin (9/9/2019).

Aksi mogok seperti ini belum pernah dialami sebelumnya oleh maskapai tersebut.

Diberitakan Reuters, maskapai itu terpaksa membatalkan hingga 1.700 penerbangan dari dan menuju bandara Heathrow dan Gatwick di London pada Senin dan Selasa (10/9/2019) besok.

"Saya benar-benar menyesalkan bahwa tindakan sinis dari serikat pilot telah menempatkan kami pada posisi ini," kata Kepala Eksekutif British Airways, Alex Cruz, kepada BBC. 

"Hal ini dari semuanya memiliki tujuan masing-masing. Ini akan merugikan para pelanggan, ini akan merugikan brand kita, ini akan merugikan kolega yang lain," lanjut Cruz.

Viral di Medsos - Penumpang Ini Genggam Tangan Nenek 96 Tahun Saat Pesawat Alami Turbulensi

Pihak maskapai disebut telah menawarkan kenaikan gaji kepada pilotnya sebesar 11,5 persen selama tiga tahun, yang akan membawa kapten dengan gaji tertinggi mendapat 167.000 poundsterling (sekitar Rp 2,8 miliar), belum termasuk tunjangan.

Rata-rata pilot lainnya akan memperoleh penghasilan sekitar 90.000 poundsterling (sekitar Rp 1,5 miliar) per tahun.

Namun Asosiasi Pilot Penerbangan Inggris (BALPA), di mana pilot British Airways bergabung, mengendaki kesepakatan pembayaran termasuk pembagian keuntungan. 

"British Airways sedang mengalami masa-masa baik, kami ingin berbagi keuntungan itu sama seperti kami berbagi rasa sakit di masa-masa sulit," kata Sekretaris Jenderal BALPA Brian Strutton kepada BBC.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved