12 Fakta Unik Suku Baduy Dalam, Rumah Tak Menjadi Simbol Kekayaan

Fakta unik suku Baduy Dalam yang jarang diketahui, termasuk ayam menjadi makanan mewah hingga punya tokoh panutan dikenal dengan Pu'un.

12 Fakta Unik Suku Baduy Dalam, Rumah Tak Menjadi Simbol Kekayaan
Instagram/@pencarikeringat
Potret anak-anak di Suku Baduy. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku Baduy merupakan satu dari sekian banyak suku yang ada di Indonesia.

Kelompok etnis suku Baduy hidup di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Suku Baduy terbagi dalam dua golongan, yakni kelompok Baduy Dalam dan Baduy Luar.

Tak seperti suku Baduy Luar, kelompok suku Baduy Dalam tinggal di tiga kampung yang terpisah, yaitu Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikertawarna.

Dihimpun TribunTravel dari berbagai sumber, berikut 12 fakta unik suku Baduy Dalam:

1. Punya Tokoh Panutan yang dikenal dengan sebutan Pu'un

Suku Baduy memiliki tokoh pemimpin yang menjadi panutan dalam mengambil keputusan.

Tokoh panutan tersebut dikenal dengan nama Pu'un.

Para masyarakat suku Baduy sangat menghormati sosok Pu'un tersebut.

Bahkan, dalam mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan sosial, masa tanam dan panen di suku Baduy diputuskan oleh Pu'un.

Tonton juga:

8 Fakta Unik Suku Baduy Dalam, Mulai Perjodohan hingga Warna Pakaian

Cara Menuju Desa Adat Baduy dari Jakarta

2. Rumah di Baduy tanpa semen

Jika traveler berkesempatan untuk datang ke Baduy, pasti tidak akan menemukan rumah yang dibangun dengan bahan dasar semen.

Hal ini karena konstruksi rumah di suku Baduy digantikan dengan kayu, bambu, dan bahan alami lainnya.

Mengenal Gambaran Singkat Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar, Suku Asli dari Banten

3. Peralatan mandi dari alam

Saat mandi, suku Baduy Dalam tidak menggunakan sabun, sampo atau pasta gigi.

Mereka hanya memanfaatkan sesuatu yang telah disediakan oleh alam untuk membersihkan tubuhnya.

Suku Baduy tidak ingin menggunakan peralatan yang mengandung bahan kimia bahkan peralatan berbahan plastik yang dikhawatirkan akan merusak alam.

4. Jalan kaki tanpa alas kaki

Para warga suku Baduy memiliki sebuah tradisi unik, yakni tidak mengakan alas kaki.

Kebiasaan ini bisanya dilakukan oleh suku Baduy saat melaksanakan tradisi Seba.

Tradisi Seba adalah tradisi berjalan puluhan kilometer untuk bertemu kepala daerah di kota Banten.

5. Ayam adalah makanan mewah

Berbeda dari kebiasaan masyarakat pada umumnya, suku Baduy Dalam hanya menyantap hidangan ayam setidaknya satu bulan sekali.

Atau biasanya pada saat upacara-upacara besar, seperti pernikahan dan kelahiran.

Ketika ada hari-hari besar seperti pernikahan atau upacara adat, masyarakat Baduy akan menyembelih ayam peliharaan mereka.

Orang Baduy mengonsumsi ayam pada hari-hari tertentu saja, menjadikan ayam sebagai santapan yang mewah.

6. Perjodohan di Baduy Dalam masih berlaku

Perjodohan merupakan sebuah hal yang masih berlaku di Suku Baduy Dalam.

Pada masa penjodohan, orang tua dari laki-laki Baduy Dalam bebas memilih wanita Baduy Dalam yang disukainya.

Jika tidak ada calon yang cocok dengan pilihannya, laki-laki maupun perempuan yang dijodohkan harus menuruti pilihan orang tua.

Atau juga pilihan yang diberikan oleh sang Pu'un (kepada adat).

Hidup Sederhana di Pedalaman Banten, Suku Baduy Tolak Bantuan Dana Desa Senilai Rp 2,5 Miliar

7. Punya tradisi Kawalu

Warga Baduy Dalam memiliki tradisi yang dikenal dengan nama Kawalu.

Kawalu adalah puasa yang dijalankan oleh warga Baduy Dalam yang dirayakan tiga kali selama tiga bulan.

Selama menjalankan tradisi Kawalu, suku Baduy Dalam berdoa agar negara mereka diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera.

8. Ada larangan wisatawan datang ke Baduy Dalam selama tiga bulan

Berkaitan dengan adanya tradisi Kawalu, para warga Baduy Dlaam tengah berpuasa selama tiga bulan.

Selama tradisi Kawalu dijalankan, wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke wilayah suku Baduy Dalam.

Biasanya pengunjung hanya diperbolehkan sampai Baduy Luar dan tidak diperbolehkan menginap.

9. Rumah bukanlah status kekayaan suku Baduy

Tidak seperti tempat tinggal di kota pada umumnya, rumah besar identik dengan orang yang memiliki kekayaan.

Bentuk rumah Suku Baduy Dalam hampir sama satu dengan yang lain.

Namun yang membedakan status kekayaan mereka adalah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah.

Semakin banyak tembikar yang disimpan, artinya status keluarga tersebut semakin tinggi dan terpandang.

10. Sangat suka bergorong royong

Suku Baduy Dalam memiliki sifat yang selalu ditanamkan kepada warganya, yakni sifat gotong royong.

Suku Baduy memiliki kebiasaan suka berpindah tempat dari satu wilayah ke wilayah lain yang lebih subur.

Sehingga mereka akan lebih suka bergotong royong bersama untuk melakukan perpindahan tempat tersebut.

Sebagai suku nomaden dan menganut sistem ladang terbuka, membuat Suku Baduy Dalam hidup saling membantu dan suka bergotong royong.

5 Kuliner Khas Suku Baduy yang Jarang Diketahui, Cicipi Pasung Merah hingga Apem Putih

11. Perbedaan warna pakaian Suku Baduy Dalam dan Luar

Ada beberapa kebiasaan antara Baduy Luar dan mana Baduy Dalam, termasuk urusan pakaian.

Cara membedakan suku Baduy Luar dan Baduy Dalam bisa dilihat dari pakaian yang mereka kenakan.

Baduy Dalam menggunakan baju putih dan kepala ikat putih.

Sedangkan pakaian Baduy Luar berwarna hitam dan biru gelap.

12. Pemakaman jenazah tanpa tanda kuburan

Untuk memakamkan jenazah di suku Baduy dalam menggunakan lahan yang berada di hutan.

Pemakanan di sana tidak diberi tanda kuburan seperti gundukan atau batu nisan sebagaimana biasanya.

Warga Baduy biasanya meratakan lahan kuburan ke bentuk semula.

Kemudian tujuh hari berikutnya, mereka akan membiarkan lahan tersebut ditumbuhi tanaman

6 Tips Liburan Akhir Pekan ke Desa Baduy

Serasi dengan Alam, Ini 7 Tradisi Suku Baduy yang Perlu Traveler Tahu

Gelar Ritual Menutup Diri, Kawasan Baduy Dalam Ditutup untuk Wisatawan Selama 3 Bulan

(TribunTravel.com/Ayumiftakhul)

Ikuti kami di
Penulis: Ayu Miftakhul Husna
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved