Resmi Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, 3 Kerajinan Unik Khas Kalimantan Timur

Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan lokasi ibu kota Indonesia yang baru, yakni di Kalimantan Timur.

Resmi Jadi Lokasi Ibu Kota Baru, 3 Kerajinan Unik Khas Kalimantan Timur
Instagram/iqbalsaputrazana
Kain tenun ulap doyo, kerajinan khas Kalimantan Timur 

TRIBUNTRAVEL.COM - Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan lokasi ibu kota Indonesia yang baru, yakni di Kalimantan Timur.

Selain diperkirakan minim bencana, Kalimantan Timur juga menyimpan banyak seni budaya yang indah. 

Selain tari-tarian dan seni musiknya, tanah suku Dayak ini juga punya kerajinan tangan yang dibuat dari bahan alami.

Apa saja kerajinan tangannya? Yuk, cari tahu!

TONTON JUGA


Macam-Macam Anyaman

Masyarakat suku Dayak selalu menggunakan bahan alami untuk membuat kerajinan tangan.

Kerajinan tangannya berupa anyaman, kain tenun, dan sulam.

Kebanyakan bahan yang digunakan untuk membuat anyaman adalah rotan.

Rotan-rotan itu disusun dan dianyam membentuk cahung atau semacam topi, tas, tikar, dan alat untuk keperluan sehari-hari lainnya.

Selain rotan, ada juga anyaman yang dibuat dari daun pandan dan kulit pohon.

Kain Tenun dari Daun

Kain tenun dari Kalimantan Timur yang paling terkenal adalah kain tenun ulap doyo yang berasal dari suku Dayak Benuaq.

Masyarakat Suku Dayak belajar membuat tenun ulap doyo secara turun-menurun.
Ricky Martin/Bobo/Masyarakat Suku Dayak belajar membuat tenun ulap doyo secara turun-menurun.

Dinamakan kain tenun ulap doyo, karena tenun ikat ini berbahan dasar serat daun doyo.

Daun doyo berasal dari tanaman sejenis pandan yang bernama latin Curculigo latifolia. Tanaman ini tumbuh di pedalaman Kalimantan.

Sebelum dijadikan bahan untuk kain tenun, daun doyo harus dikeringkan dan disayat sampai menjadi serat yang halus.

Serat daun ini lalu dilinting sampai membentuk benang kasar.

Benang-benang itu lalu diberi warna dengan pewarna dari tumbuhan.

Warna yang paling sering ditemui adalah merah dan cokelat.

Warna merah berasal dari buah glinggam, kayu oter, dan buah londo.

Sedangkan warna cokelat berasal dari kayu uwar.

Manik-Manik Cerah

Manik-manik dari suku Dayak umumnya berwarna kontras atau terang seperti merah, kuning, hijau, putih, dan hitam.

Warna-warna terang ini dianggap sebagai lambang keharmonisan Suku Dayak.

Suku Dayak Kenyah menjadikan manik-manik sebagai penghias aksesoris, seperti penutup kepala, tas, kalung, sampai pakaian adat.

Manik-manik itu disusun mengikuti pola atau bentuk yang dianggap suci dan membawa berkah.

Cahung tisi yang dibuat oleh suku Dayak Aoheng.
Ricky Martin/Bobo/Cahung tisi yang dibuat oleh suku Dayak Aoheng.

Sayangnya, kerajinan suku Dayak sekarang sudah terancam punah.

Salah satu penyebabnya adalah karena bahan yang digunakan semakin sulit ditemukan di alam.

Mencicipi Mie Pangsit Pocong, Kuliner Tengah Malam di Kota Balikpapan

Transportasi dari Balikpapan ke Penajam Paser Utara, Bisa Jalur Laut dan Darat

10 Fakta Unik Australia, Spesies Kanguru Lebih Banyak daripada Manusia?

Liburan ke Ibu Kota Baru, Ini Panduan Transportasi dari Jakarta ke Kutai Kartanegara

Potret Asmirandah dan Jonas Rivanno Saat Naik Gunung Prau dan Bromo

Artikel ini telah tayang di Bobo.grid.id dengan judul Uniknya Kerajinan Tangan dari Kalimantan Timur, Lokasi Ibu Kota yang Baru

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Grid.ID
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved