Aturan Mendaki ke Puncak Everest akan Diperketat

Aturan mendaki ke Puncak Everest akan diperketat untuk mengantisipasi jumlah korban yang meninggal dan hilang saat mendaki puncak Everest.

Aturan Mendaki ke Puncak Everest akan Diperketat
Twitter / @ nimsdai
'Kemacetan' di Gunung Everest 

TRIBUNTRAVEL.COM - Efek dari banyaknya pendaki yang meninggal dan hilang di Gunung Everest pada awal tahun 2019 ini, Pemerintah Nepal berencana akan terapkan aturan baru.

Aturan baru untuk para pendaki yang ingin menuju Gunung Everest ini menjadi lebih ketat dari sebelumnya.

Hal ini untuk mengantisipasi jumlah korban yang meninggal dan hilang saat mendaki puncak Everest.

Dilansir oleh TribunTravel dari BBC, nantinya para pendaki di Gunung Everest diharuskan membuat laporan yang akan diajukan oleh Anggota Panel Nepal.

Tak Hanya Gunung Everest, Ini 5 Tempat Wisata Berbahaya yang Sering Dikunjungi Wisatawan

11 Orang Tewas Setelah Terjebak Kemacetan di Gunung Everest

Setelah itu, Anggota Panel Nepal akan mereview laporan dari para pendaki tersebut dan akan menyetujui pendaki bila memang memenuhi kriteria sehat mendaki Gunung Everest.

Anggota Panel Nepal ini nantinya dikelola oleh pejabat pemerintah, pakar pendakian dan lembaga masyarakat pendakian.

Laporan yang akan diajukan para pendaki Gunung Everest ini nantinya terdiri dari berbagai aspek seperti pendaki yang bersangkutan adalah pendaki yang berpengalaman.

Nantinya para calon pendaki Gunung Everest iniharus mencantumkan dokumen yang menunjukkan ia pernah mendaki di salah satu puncak nepal dengan ketinggian sekitar 6.500 mdpl.

Selain itu, mereka juga diharuskan melampirkan sertifikat kesehatan seperti kebugaran fisik dan kesiapan mental.

Dan terakhir mereka yang akan mendaki Gunung Everest harus menggunakan pemandu yang berpengalaman.

Tidak hanya melampirkan beragam dokumen kelayakan fisik untuk mendaki Gunung Everest, laporan itu juga nanti berisi proposal biaya.

Proposal biaya ini bertujuan untuk membuktikan para pendaki memiliki dana 30 ribu dolar Amerika (Rp 500 juta) untuk mereka yang ingin mendaki Everest.

Sedangkan untuk mendaki gunung lainnya di Nepal dengan ketinggian lebih dari 8.000 mdpl, pendaki diharusnya mempunyai dana 20 ribu dolar Amerika (Rp 285 juta).

Pendaki Ceritakan Kondisi Mencekam Kemacetan di Gunung Everest: Tak Ada Pilihan Selain Melanjutkan

Dalam sebuah pernyataannya, Menteri Pariwisata Yogesh Bhattari mengungkapkan hal aturan-aturan mendaki Everest ini akan masuk ke dalam undang-undang.

"Kami akan meneruskan ini dengan mengubah undang-undang dan peraturan. Kami akan membuat gunung kami aman, dikelola, dan bermartabat," kata Yogesh Bhattari.

Aturan ketat terkait pendakian Gunung Everest ini dibuat menyusul banyaknya pendaki yang tewas dan hilang.

Sejak Januari 2019, ada 11 pendaki yang meninggal di Gunung Everest yang terdiri sembilan kematian di sisi Nepal Everest dan dua di sisi Tibet.

TONTON JUGA :

Jalur Pendakian Gunung Everest Macet, 3 Pendaki Meninggal Dunia

Tidak hanya itu, ada juga empat kasus pendaki yang meninggal karena diduga padatnya pendaki yang berada di jalur menuju puncak Everest.

Menurut seorang anggota panel Nepal, Mira Acharya, salah satu faktor penyebab banyaknya pendaki yang tewas karena kelelahan.

Dengan adanya aturan baru yang sangat ketat ini diharapkan tidak ada lagi pendaki yang tewas saat sedang mendaki di Everest.

Menu Sarapan Pecel di Solo, 7 Warung Pecel Ini Bisa Kamu Datangi

5 Tempat Wisata di Yogyakarta yang Sering Dijadikan Lokasi Foto Prewedding

Kisaran Harga Oleh-oleh Khas Arab di Pasar Tanah Abang

5 Hotel Ramah Anak Bertema Maninan, Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga

Rekomendasi 6 Warung Ketoprak Enak di Semarang untuk Menu Sarapan

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved