Backpacker ke Magelang

Melihat Proses Pahat Batu Muntilan yang Tersohor hingga ke Luar Negeri

Ketika melakukan perjalanan solo backpacker 3 hari ke Magelang, TribunTravel menyempatkan diri mengunjungi sebuah galeri seni pahat batu.

Melihat Proses Pahat Batu Muntilan yang Tersohor hingga ke Luar Negeri
TribunTravel/rizkytyas
Pekerja di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang, Muntilan, Magelang 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selama tiga hari TribunTravel melakukan solo backpacker ke Magelang, Kamis (11/7/2019) hingga Sabtu (13/7/2019), banyak tempat menarik yang telah dikunjungi.

Mulai dari Candi Umbul, Hutan Pinus Kragilan, Air Terjun Kedung Kayang hingga Candi Borobudur yang ikonik.

Magelang termasuk kota yang ramah untuk solo backpacker.

TONTON JUGA


Penginapan, warung makan dan transportasi umum sangat mudah ditemukan di Magelang.

Jadi, traveler tidak perlu takut atau khawatir melakukan solo backpacker ke Magelang.

Selain mengunjungi tempat-tempat wisata hits di Magelang, TribunTravel juga icip aneka kuliner khas Magelang.

Ada Kupat Tahu Pojok yang konon langganan Pak SBY, Nasi Godhog, Nasi Lesah hingga Mangut Beong khas Borobudur.

Rupanya, Magelang bukan hanya tentang kuliner, wisata alam atau wisata sejarah saja.

Lebih dari itu, banyak hal menarik yang bisa kita jumpai saat liburan ke Magelang.

Ketika melakukan perjalanan solo backpacker 3 hari ke Magelang, TribunTravel menyempatkan diri mengunjungi sebuah galeri seni pahat batu di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang.

Lokasi Sanggar Pahat Batu Linang Sayang tepat di tepi jalan utama Magelang-Jogja, yaitu di Jalan Raya Sidoharjo RT 001 RW 015, Tamanagung, Muntilan, Bakalan, Magelang.

Patung Budha karya Sanggar Pahat Batu Linang Sayang Magelang
Patung Budha karya Sanggar Pahat Batu Linang Sayang Magelang (TribunTravel/rizkytyas)

Tahu Pojok Magelang, Warung Legendaris yang jadi Langganan Pejabat hingga Artis

Muntilan sudah lama dikenal sebagai kawasan pembuat batu pahat terbaik di Indonesia.

Jika ingin melihat proses pembuatan langsung patung-patung dan karya pahatan, kamu bisa mengunjungi produsen batu pahat Sanggar Pahat Batu Linang Sayang milik Lilik Sulistiyono.

Pahat Batu Linang Sayang bahkan sudah menjual hasil produksinya hingga ke luar negeri, termasuk Eropa.

"Batu-batu yang dipahat di sini berasal dari Gunung Merapi," ujar seorang karyawan pemahat batu di Sanggar Batu Linang Sayang.

Ukuran batunya pun beragam, bahkan ada yang sangat besar.

Biasanya, pemesan patung atau batu pahat di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang digunakan untuk hiasan rumah hingga tempat-tempat ibadah.

Pekerja di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang, Muntilan, Magelang
Pekerja di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang, Muntilan, Magelang (TribunTravel/rizkytyas)

Melihat Isi Bangunan Unik Camera House Magelang: Ada Gembok Cinta di Pucuk Lensa

Batu yang dipahat di sini ada berbagai macam, mulai dari batu andesit, batu palimanan hingga batu granit.

Batu-batu yang dipahat dari Muntilan terkenal karena kualitasnya yang bagus, awet dan kuat.

Pahat batu di Sanggar Pahat Batu Linang Sayang dibuat sesuai pesanan dengan harga bervariasi sesuai ukuran, jenis batu dan tingkat kerumitan.

Ukuran batu pahat paling kecil biasanya dihargai mulai Rp 150 ribu.

Jika kamu liburan ke Magelang, pahat batu di kawasan Muntilan ini bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh yang unik.

5 Tempat Wisata Malam di Yogyakarta yang Ramah di Kantong

Tahu Pojok Magelang, Warung Legendaris yang jadi Langganan Pejabat hingga Artis

Potret Fenomena Awan Topi Gunung Rinjani yang Kerap Terjadi

7 Aktivitas Wisata Gratis yang Bisa Dilakukan Turis di Singapura

7 Aktivitas Wisata Gratis yang Bisa Dilakukan Turis di Singapura

Kapan Waktu Terbaik Liburan ke Singapura?

TribunTravel.com/rizkytyas

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved