Lebaran 2019

Sambut Lebaran, Masyarakat Jambi Bikin Kue Jadah Telok yang Bercita Rasa Manis

Mereka membuat 'jadah telok', sejenis kue bolu yang dipanggang dalam oven. Tribunjambi.com berkesempatan melihat langsung proses pembuatan di sana.

Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Nur Asrat, satu di antara warga yang sedang membuat jadah telok. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di sebuah dusun di Kabupaten Bungo, Jambi, ada tradisi menarik yang dilakukan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Mereka membuat 'jadah telok', sejenis kue bolu yang dipanggang dalam oven.

Tribunjambi.com berkesempatan melihat langsung proses pembuatan di sana. Ada Nur Asrat, satu di antara warga yang sedang membuat panganan itu.

"Kalau orang dusun sini menyebutnya 'jadah telok', tapi di luar sering disebut kue telur atau bolu telur," katanya, saat Tribunjambi.com temui di dapurnya.

Menariknya, kata Nur Asrat, proses pembuatan jadah telok ini tergolong mudah. Tidak banyak bahan yang diperlukan.

"Bahannya cuma ini-inilah. Telur, gula, tepung terigu, sama vanili," katanya sambil menunjukkan bahan-bahan.

Dia langsung mempraktikkan proses membuat bolu telur itu.

Nur Asrat sempat membocorkan resep rahasianya.

Kata dia, untuk membuat sekitar 50 buah kue, diperlukan 30 butir telur, 2 Kg gula pasir, 6 saset bubuk valini, dan 2 Kg tepung terigu.

Mula-mula telur dikocok bersamaan dengan gula dan vanili. Lama proses mengocoknya sekitar 15-20 menit, atau sampai adonan mengembang.

"Telurnya dicampur dengan gula dan vanili, terus dikocok sampai mengembang. Tepungnya belakangan," jelasnya.

Ya, setelah adonan mengembang, tepung dicampurkan ke dalam adonan, dimasukkan sedikit demi sedikit.

Kata Nur Asrat, tepung dimasukkan sedikit-sedikit bertujuan untuk melihat kekentalan adonan.

Jika adonan dirasa cukup kental, sudah bisa dimasukkan ke cetakan untuk dipanggang dalam oven.

Ada beragam bentuk cetakan yang bikin gemas. Bentuk ikan, mangkuk, juga bentuk-bentuk lain.

Setelah adonan itu masuk ke oven, butuh sekitar 15-20 menit pula untuk menunggu kue matang.

Dia menuturkan, rata-rata masyarakat di sana masih menggunakan kompor minyak untuk membuat kue lebaran.

Selain masaknya lebih merata, kompor minyak tanah juga dirasanya lebih aman.

Namun, ada juga yang memanggang dengan meletakkan dua sisi api, yaitu dengan menambahkan bara api di atas oven.

"Yang pakai api dua ada juga. Di bawah pakai api kompor, di atas pakai bara. Ada juga yang masih pakai kayu, pakai bara juga di atasnya. Itu lebih cepat matangnya. Lebih merata juga, karena apinya dua," terangnya.

Setelah 20 menit, kue telur sudah matang.

Jadah telok sudah bisa dikeluarkan dari oven.

Kata dia, bolu telur itu disukai karena rasanya yang manisLagi pula, teksturnya yang lembut juga mudah dikonsumsi semua kalangan. Wah, bikin ngiler.

Dia menceritakan, ternyata membuat jadah telok memang sudah menjadi tradisi di Tanjung Agung menjelang Idul Fitri.

Kue telur itu ternyata bisa tahan lebih satu bulan.

Sebagian besar masyarakat membuat jadah telok untuk menjadi jamuan saat tamu bersilaturahmi ke rumah. Namun, ada juga yang membuatnya untuk dijual.

Sampai kini, tradisi membuat jadah telok ini masih lestari di Dusun Tanjung Agung.

Mereka biasa membuatnya bersama keluarga dan menghidangkannya ketika lebaran tiba sebagai jamuan.

Selain jadah telok, masyarakat Dusun Tanjung Agung juga membuat pangananan lain untuk menyambut Idul Fitri.

Mulai dari rempeyek (yang biasa mereka sebut dengan peyek), bolu, juga panganan lain yang menjadi penyemarak datangnya hari raya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Inilah 'Jadah Telok', Penganan Khas Dusun Tanjung Agung Sambut Lebaran yang Bikin Ngiler.

Ikuti kami di
Tags
Jambi
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Jambi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved