Dua Kali Jatuh, Boeing Akui Ada 'Cacat' pada Perangkat Lunak Simulator 737 Max

Boeing mengakui mereka harus memperbaiki kekurangan pada perangkat lunak simulator penerbangan 737 Max

Dua Kali Jatuh, Boeing Akui Ada 'Cacat' pada Perangkat Lunak Simulator 737 Max
Boeing.com
Ilustrasi Pesawat Boeing 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dua kecelakaan yang terjadi pada pesawat Boeing 737 Max milik maskapai Lion Air dari Indonesia dan maskapai Ethiopian Airlines masih menyisakan banyak pertanyaan.

Setelah dua kecelakaan mematikan yang menewaskan 346 orang tersebut, Boeing mengakui mereka harus memperbaiki kekurangan pada perangkat lunak simulator penerbangan 737 Max yang digunakan untuk melatih pilot, Sabtu (18/5/2019).

"Boeing telah melakukan koreksi pada perangkat lunak simulator 737 Max dan telah memberikan informasi tambahan kepada operator perangkat untuk memastikan bahwa simulator itu representatif dalam berbagai kondisi penerbangan," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman AsiaOne (19/5/2019).

Perusahaan tidak menunjukkan kapan pertama kali menyadari masalah tersebut.

Rekomendasi 4 Tempat Ngabuburit Seru Sambil Berburu Takjil di Karanganyar

Resep Cookies Kurma Lezat dan Halal, Cocok Disajikan saat Lebaran

5 Tempat Ngabuburit di Bogor Lengkap dengan Penjual Takjil Murah Meriah

Waisak 2019, Ribuan Lampion Diterbangkan dari Candi Borobudur Bawa Pesan Perdamaian

TONTON JUGA :

Ilustrasi Pesawat Boeing
Ilustrasi Pesawat Boeing (Boeing.com)

Boeing mengakui ada cacat desain dalam perangkat lunak 737 Max, terutama pada sistem anti-stall atau Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) yang disalahkan atas tragedi Ethiopian Airlines.

Menurut Boeing, perangkat lunak simulator penerbangan tidak mampu 'meniru' kondisi penerbangan tertentu yang serupa dengan yang terjadi pada saat crash Ethiopian Airlines pada Maret 2019 atau Lion Air crash pada Oktober 2018.

Perusahaan pembuat pesawat asal Amerika Serikat ini mengatakan, "perubahan terbaru akan meningkatkan simulasi beban gaya pada roda trim manual, roda manual yang jarang digunakan untuk mengontrol sudut pesawat."

Data kotak hitam Ethiopian Airlines menunjukkan 'kesamaans' dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia
Data kotak hitam Ethiopian Airlines menunjukkan 'kesamaans' dengan kecelakaan Lion Air di Indonesia (fighterjetsworld.com)

Southwest Airlines, pelanggan utama 737 Max yang memiliki 34 pesawat dalam armadanya akan menerima simulator pertama "akhir tahun ini."

Pesawat-pesawat itu telah mendarat di seluruh dunia, menunggu persetujuan dari AS dan regulator internasional sebelum mereka dapat kembali mengudara.

Berburu Oleh-oleh Mudik Lebaran, Kunjungi Wisata Home Industri Kampung Nopia Mino di Banyumas

Boeing 777X, Pesawat Penumpang Terpanjang di Dunia Siap Diluncurkan, Apa Keistimewaannya?

Pilot AS Ternyata Pernah Minta Boeing 737 Max Dikandangkan Setelah Kecelakaan Lion Air

Pesawat Boeing 737 Tergelincir dan Masuk ke Sungai Saat Mendarat di Florida

TribunTravel.com/rizkytyas

Ikuti kami di
Penulis: Rizky Tyas Febriani
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved