Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional

Beduk hasil karya Zaemadi (61), perajin bedug asal Grabag ternyata tak hanya dikenal di nasional saja, tetapi bisa tembus hingga pasar internasional.

Beduk Karya Pengrajin Asal Kabupaten Magelang Tembus Pasar Internasional
istimewa
Zaemadi, bersama beduk buatannya bersama rekan-rekan perajin di Dusun Bleder RT06/06, Desa Ngasinan, Kecamata Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Beduk hasil karya Zaemadi (61), perajin bedug asal Dusun Bleder RT 06/06, Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, ternyata tak hanya dikenal di nasional saja, tetapi bisa tembus hingga pasar internasional.

Perajin berusia 61 tahun itu sudah 28 tahun membikin instrumen penanda waktu salat di masjid tersebut.

Sejak 1991 hingga 2019 ini, ada ratusan beduk yang telah dibuatnya.

Dari beduk ukuran biasa berdiameter 80 sentimeter dengan panjang 1,25 meter hingga beduk berdiameter 130 sentimeter, panjang 160 sentimeter.

Dari yang seharga Rp 15 juta, sampai yang terjual Rp 52,5 juta.

Beduk-nya pun telah dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Medan, Riau.

Di luar negeri, beduk-nya sudah sampai Italia dan paling banyak dipesan dari Malaysia.

"Saya membuat beduk sejak tahun 1991. Dulu sebelum bikin ini, saya kerja bakul sapi, tetapi bangkrut. Rumah saya jual buat bayar utang. Setelah itu nyoba peruntung ke jakarta, jadi buruh apa saja. Lalu pulang lagi, bikin arang dan dijual. Sampai akhirnya bikin beduk ini," kata Zaemadi, saat ditemui di rumah produksi beduknya.

Untuk satu beduk, lama pengerjaannya bervariasi.

Ada yang hanya delapan bulan, tetapi juga ada yang sampai setahun lebih.

Proses pengeringan kayu yang memakan waktu cukup lama, hingga setahun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved