Pascateror Bom Paskah, Amankah Wisatawan Berkunjung ke Sri Lanka?

Serangkaian serangan bom dahsyat yang melanda Sri Lanka selama Minggu Paskah tiba-tiba menghentikan semua kegiatan pariwisata.

Pascateror Bom Paskah, Amankah Wisatawan Berkunjung ke Sri Lanka?
Google Earth via CNN
Titik terjadinya serangan bom di Sri Lanka 

TRIBUNTRAVEL.COM - Terletak di Samudera Hindia tepatnya barat daya Teluk Bengal dan di bagian tenggara Laut Arab, Sri Lanka telah menjadi tempat yang populer bagi wisatawan asing.

Dengan sejarah sepanjang 3.000 tahun yang terdokumentasi dengan baik, Sri Lanka memiliki warisan budaya yang kaya dan tulisan Buddhis pertama yang terkenal.

Lokasi geografis dan pelabuhan yang strategis menjadikan Sri Lanka menjadi jalur yang sangat penting dalam zaman Jalan Sutra kuno hingga Jalan Sutra Maritim modern.

11 Fakta Tentang Sri Lanka, Negara yang Sedang Berduka Akibat Serangan Bom

Di Sri Lanka, traveler dapat menjelajahi perkebunan teh hijau yang rimbun, mencari teh Ceylon yang populer, hingga melintasi taman nasional Yala dengan kemungkinan dapat melihat gajah liar dan macan tutul, bahkan dapat mencicipi beragam makanan lokal di ibu kota Kolombo yang unik.

Sayangnya, serangkaian serangan bom dahsyat yang melanda Sri Lanka selama Minggu Paskah tiba-tiba menghentikan semua kegiatan pariwisata.

5 Kuliner Khas Sri Lanka yang Menggoda Selera, Cicipi Watalappan yang Bercita Rasa Manis

Minggu Paskah awal, serangkaian teror bom terjadi di hotel-hotel mewah yaitu Shangri La, Cinnamon Grand, dan Kingsbury yang semuanya di ibu kota Kolombo serta gereja-gereja di seluruh negeri.

Tragedi ini bahkan menewaskan sekitar 290 orang dan melukai ratusan korban lainnya.

Rangkaian serangan pertama terjadi di pusat komunitas Kristen minoritas di negara itu selama kebaktian Paskah di gereja-gereja di kota-kota Kolombo yaitu Negombo dan Batticaloa.

Menurut pejabat Sri Lanka yang dikutip dari situs Travel Wire Asia, serangan itu dilakukan oleh teroris jaringan internasional.

Pada saat laporan ini ditulis, polisi Sri Lanka telah menangkap 24 orang dalam serangkaian penggerebekan dan kantor presiden menyatakan Sri Lanka dalam keadaan darurat nasional. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved