TRIBUNTRAVEL.COM - Melakukan penerbangan jarak jauh penting untuk memperhatikan urusan perut.
Mulai dari memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama di dalam pesawat.
Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi pun akan sangat mempengaruhi kondisi tubuh selama di dalam pesawat.
Melansir dari laman Express.co.uk banyak penumpang yang sering memanfaatkan fasilitas di dalam pesawat ketika sedang melakukan penerbangan jarak jauh.
Satu diantaranya adalah memanjakan diri dengan meminum alkohol.
Meminum alkohol dinilai sebagai cara ideal untuk memulai liburan bagi kebanyakan orang.
LIHAT JUGA:
Ternyata meminum alkohol di dalam pesawat saat melakukan penerbangan jarak jauh merupakan ide yang buruk.
Menurut awak kabin, meminum alkohol di dalam pesawat merupakan suatu kesalahan.
Hal ini dikarenakan jika mengonsumsi terlalu banyak alkohol bisa menyebabkan dehidrasi.
Di dalam pesawat memang disediakan minuman alkohol, namun tidak untuk dikonsumsi terlalu banyak.

"Kami memang menawarkan beberapa anggur," ungkap Staines kepada situs website AS yang dikutip dari laman Express.co.uk.
"Tapi kami menyarankan untuk tidak terlalu banyak minum alkohol," lanjutnya.
Dia mengatakan jika penumpang meminum banyak alkohol akan menyebabkan dehidrasi.
Jika ada penumpang di dalam pesawat yang mengalami dehidrasi maka besar kemungkinan terkena gangguan kesehatan.
Namun jika tetap ingin minum alkohol, The Aerospace Medical Association menyarankan untuk meminumnya sebanyak satu gelas (250 ml) saja.
Meminum alkohol terlalu banyak bisa berpotensi mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti sakit kepala dan sakit tenggorokan.
Selain itu alkohol juga dapat membuatmu lebih mudah mabuk ketika di dalam pesawat daripada masih di darat.

"Ketika berada di pesawat, tekanan barometrik di kabin pesawat lebih rendah daripada biasanya," ungkap Dr Clere Morrison kepada HuffPost UK yang dikutip dari laman Express.co.uk.
Adanya penurunan tekanan ini bisa mengakibatkan tubuh kesulitan untuk menyerap oksigen, sehingga tubuh akan mudah terkena sakit kepala atau hipoksida.
Sebagai upaya untuk mengurangi risiko mabuk di dalam pesawat, penumpang dilarang untuk minum bir, anggur, dan minuman keras lainnya.
Namun jika ada penumpang yang membeli minuman keras bebas bea di bandara, mereka harus mengemasnya di dalam kantong plastik tertutup yang hanya bisa dibuka menggunakan gunting atau pisau.
Bukan hanya itu saja, kantong plastik tersebut juga harus dicap dengan tulisan 'Jangan buka alkohol sampai tujuan akhir Anda'.
Dengan begitu penumpang tidak akan membuka minuman alkohol tersebut di dalam pesawat karena membawa gunting dan pisau sangat dilarang.
Sementara itu, Meghan Markle dulunya pernah menganjurkan untuk meminum anggur ketika di dalam pesawat.
"Cara terbaik untuk menghabiskan waktu di pesawat adalah dengan minum anggur dan menonton film," ungkap Meghan.
"Ini seperti liburan di langit," tegasnya.
The Duchess of Sussex juga merekomendasikan utnuk melakukan perawatan diri saat bepergian.
(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)