Cobain Pentol Tahu Dhulit, Kuliner Khas Sumenep Ini Punya Rasa 'Nendang'

Rasa petis Madura yang khas, membuatnya selalu 'menemani' kuliner asal Pulau Garam tersebut.

Cobain Pentol Tahu Dhulit, Kuliner Khas Sumenep Ini Punya Rasa 'Nendang'
tribun jatim/ali syahbana
Makanan pentol dhulit dengan ciri khas sambal petis asli Madura, di Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Rasa petis Madura yang khas, membuatnya selalu 'menemani' kuliner asal Pulau Garam tersebut.

Tak terkecuali jajanan asal Desa Bluto, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, yaitu pentol tahu dhulit.

Kudapan ini laiknya pentol yang dijual pedagang pada umumnnya.

Namun, ada satu yang menjadi ciri khasnya, sambal yang terbuat dari petis!

Totok Hardiyanto, pemilik wang pentol dhulit menuturkan, pembuatan jananan tersebut sebenarnya sederhana, seperti membuat pentol pada umumnya.

"Di sini, yang membuatnya berbeda adalah resep sambalnya yang terbuat dari petis Madura," ujar Totok saat ditemui Minggu (24/3/2019).

Toh, meski petis menjadi ciri khasnya, disediakan pula sambal tomat untuk pelanggan yang menginginkan lainnya.

Pembuatannya pun tak lama, tinggal mengaduk dan langsung jadi.

Warung pentol dhulit itu buka sejak pukul 09.00 WIB sampai pada waktu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Untuk para pembelinya tidak hanya warga setempat, namun juga ada pembeli dari Kepulauan di Sumenep, Kalianget, bahkan dari Kabupaten Pamekasan juga ada.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved