Bukan Jepang, Ternyata Inilah Negara yang Pertama Kali Disambut Matahari Terbit

Mungkin sebagian besar dari kamu pernah mendengar julukan Negeri Matahari Terbit adalah Negara Jepang.

Bukan Jepang, Ternyata Inilah Negara yang Pertama Kali Disambut Matahari Terbit
trendingposts
Bendera Kiribati 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mungkin sebagian besar dari kamu pernah mendengar julukan Negeri Matahari Terbit adalah Jepang.

Namun, sebenarnya ada negara yang benar-benar merupakan negara yang pertama kali disambut oleh matahari terbit yakni Republik Kiribati.

Terletak tepat di sebelah barat Garis Penanggalan Internasional (International Date Line) menjadikan negara ini sebagai tempat pertama di bumi yang melihat sinar matahari.

Kiribati
Kiribati (thepolitic.org)

Kiribati memiliki zona waktu 14 jam di depan Temps Universal Coordine (UTC) atau yang dikenal dengan Waktu Universal Terkoordinasi.

Mencicipi Nasi Penggel Pak Suratman di Kebumen yang Eksis Sejak 1960-an

Masjid Agung Djenne, Masjid Unik di Afrika Barat yang Terbuat dari Lumpur

Republik Kiribati terdiri dari 33 kumpulan terumbu karang dan pulau-pulau karang yang rendah di Samudera Pasifik tengah yang tersebar di lebih dari 3,5 juta kilometer persegi air.

Tonton juga: 

Bangsa ini terdiri dari tiga kelompok pulau yakni Kepulauan Gilbert, Kepulauan Phoenix, dan Kepulauan Line.

Nama “Kiribati” sendiri adalah pengucapan dari kata “Gilbert” oleh penduduk lokal.

Kiribati ini pertama kali dihuni sekitar tahun 1000 sebelum masehi oleh sekelompok orang Mikronesia yang kemudian dikuasai oleh orang Tonga, Saoa, dan Fiji.

Sebagian wilayah Kiribati
Sebagian wilayah Kiribati (airkiribati.com.ki)

Karena pulau ini dikuasai secara bergantian mengakibatkan wilayah Kiribati menganut budaya Melanesia dan Polinesia.

Tidak hanya sampai disitu, Kiribati juga menjadi satu-satunya negara yang letaknya berada di empat sisi dunia yakni wilayah utara, selatan, timur, dan barat.

Meski demikian, Kiribati termasuk salah satu negara termiskin di dunia.

Dimana ekonomi negara ini terbantu oleh kunjungan para turis manca negara, yang menyumbang 20% dari GDP nya.

Mengunjungi Tumurun Private Museum, Destinasi Wisata di Kota Solo yang Penuh Edukasi Seni

Kafe di Padang Sajikan Menu Unik, Ada Spageti Bini Muda hingga Pizza Daging Selingkuhan

Segarnya Es Dawet Pak Slamet, Kuliner Legendaris Yogyakarta yang Dibanderol Rp 2 Ribu

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di
Tags
Jepang
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved