Gletser Mencair di Kawasan Arktik di Kanada Ungkap Keberadaan Lanskap Kuno Berusia 40 Ribu Tahun

Mengutip laman Travel and Leisure, melelehnya gletser di Laut Arktik di kawasan Kanada mengekspos lanskap yang telah tersembunyi selama ribuan tahun.

Gletser Mencair di Kawasan Arktik di Kanada Ungkap Keberadaan Lanskap Kuno Berusia 40 Ribu Tahun
instaar.colorado.edu
Lapisan gletser dan es di Pulau Bafin, Kanada mengalami pencairan dalam jumlah besar dan mengkhawatirkan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemanasan global sudah semakin menimbulkan dampak yang mengkhawatirkan.

Sebab, pemanasan global menyebabkan mencairnya lapisan es yang menunjang kehidupan di Bumi.

Satu dampak terbaru terjadi di Kanada.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Travel and Leisure, melelehnya gletser di Laut Arktik di kawasan Kanada mengekspos lanskap yang telah tersembunyi selama lebih dari 40 ribu tahun.

Fakta ini ditemukan oleh sejumlah peneliti dari University of Colorado.

Sebagai bagian dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, para peneliti dari Institute of Arctic and Alpine Research di University of Colorado mengumpulkan sejumlah sampel dari kawasan penelitiannya.

Peneliti mengambil sampel di Pulau Baffin, Kanada
Peneliti mengambil sampel di Pulau Baffin, Kanada (Matthew Kennedy Photo via cbc.ca)

Mereka mengumpulkan dan meneliti 48 sampel tanaman yang didapat dari tepian 30 lapisan es yang berbeda dari berbagai elevasi dan paparan di Pulau Baffin, Nunavut, Kanada.

Dengan menggunakan metode penanggalan radiokarbon, para peneliti menemukan tanaman yang mereka temukan telah tersembunyi di bawah lapisan es selama setidaknya 40.000 tahun.

Mereka juga mengumpulkan sampel kuarsa dari masing-masing situs untuk mengonfirmasi temuan mereka tentang usia lanskap dan sejarah lapisan es ini selama berabad-abad.

"Kami melakukan perjalanan ke tepian es yang sudah semakin berkurang, sampel tanaman yang baru terekspos ini telah terawetkan di lanskap kuno ini dan uji karbon pada tanaman sampel dapat memberi petunjuk untuk mengetahui kapan es terakhir naik di lokasi tersebut," kata penulis utama, Simon Pendleton dalam sebuah pernyataan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved