Breaking News:

Polar Vortex Landa Amerika Serikat, Ini 5 Dampak Suhu Dingin Ekstrem pada Tubuh Manusia

Berikut adalah 5 dari beberapa dampak suhu dingin yang ekstrem pada tubuh dan kesehatan manusia, dikutip TribunTravel.com dari laman This is Insider.

blog.ryan-collection.com
Ilustrasi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat ini, Amerika Serikat masih dilanda cuaca dingin ekstrem akibat polar vortex.

Suhu udara dingin yang mencapai minus 34 derajat Celsius dapat mengancam jiwa.

Suhu udara dingin nan ekstrem melanda kawan Midwest dan Great Lakes, beberapa kota bahkan lebih dingin dibandingkan Siberia, Gunung Everest, maupun Antartika.

Musim dingin dengan lingkungan dan suhu udara yang ekstrem dapat berdampak pada tubuh manusia.

Berikut adalah empat dari beberapa dampak suhu dingin yang ekstrem pada tubuh dan kesehatan manusia, dikutip TribunTravel.com dari laman This is Insider.

1. Awalnya, tubuh akan mengalami frostnip, baru diikuti frostbite

(mnn.com)

Frostbite atau radang dingin adalah kondisi berbahaya di mana kulit dan jaringan pada tubuh membeku setelah terpapar suhu dingin yang ekstrem dalam waktu yang lama, menurut University of Rochester Medical Center.

Frostbite yang umumnya dialami pada bagian jari tangan, jari kaki, daun telinga, dan hidung, dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan jaringan yang parah dan permanen.

Untungnya, bagi sebagian besar orang, peluang terjadinya risiko kerusakan parah tersebut cukup langka.

Sementara, frostnip adalah kondisi yang lebih ringan daripada frostbite dan gejalanya yang mencakup kulit kemerahan, kesemutan, atau mati rasa.

Jika mulai mengalami pertanda tersebut, sebaiknya segera berada di dalam ruangan dan menjauhi suhu dingin.

2. Paparan terhadap suhu dingin yang ekstrem dapat menyebabkan hipotermia

Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat dibandingkan kemampuan menghasilkan panasnya, dan biasanya temperatur tubuh turun sangat rendah, menurut Mayo Clinic.

Suhu tubuh yang rendah dapat menyebabkan jantung, sistem syaraf, dan organ tubuh lain mengalami syok.

Sehingga seseorang dapat berisiko mengalami serangan jantung, kegagalan sistem pernafasan, dan kematian.

Gejala hipotermia mencakup badan menggigil atau gemetaran, bicara tidak jelas, nafas lebih lambat, berkurangnya koordinasi tubuh, dan kebingungan.

Orang yang berisiko tinggi mengalami hipotermia adalah lansia dan anak-anak.

3. Windburn (kulit terasa terbakar akibat hembusan angin dingin) membuat pipi kemerahan

Windburn terjadi ketika kulit kehilangan minyak alaminya akibat paparan suhu dingin dan rendahnya kelembapan di udara, kata Dr. Diane Meyer, dermatologis di Marshfield Clinic Health System.

Windburn biasanya menyebabkan pipi terlihat tersipu dan kulit menjadi kemerahan, kering, dan gatal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved