Alasan di Balik Tiket De Tjolomadoe Karanganyar Tidak Digratiskan, Pengunjung Harus Bayar Rp 25 Ribu

Tiket masuk De Tjolomadoe kini sudah tidak gratis lagi, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 25 ribu, simak alasan dibalik pemberlakuan tiket.

Alasan di Balik Tiket De Tjolomadoe Karanganyar Tidak Digratiskan, Pengunjung Harus Bayar Rp 25 Ribu
KOMPAS.com/I MADE ASDHIANA
Pabrik Gula Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (22/3/2018) yang telah direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial, kini sudah tidak digratiskan lagi pengunjung wajib membayar biaya tiket Rp 25 ribu. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Tiket masuk De Tjolomadoe kini sudah tidak gratis lagi, pengunjung akan dikenakan biaya.

PT Sinergi Colomadu, selaku pengelola objek wisata De Tjolomadoe Karanganyar mulai memberlakukan tarif sebesar Rp 25 Ribu per orang untuk masuk ke sana.

Aturan tarif masuk De Tjolomadoe di Karanganyar ini diberlakukan sejak, Sabtu (8/12/2018).

Pemberlakuan masa gratis De Tjolomadoe di Karanganyar ini sudah berlangsung sejak Maret 2018, lalu.

Dikutip dari Tribun Solo, untuk pengunjung yang ingin membeli tiket lokasinya terletak di Toko Souvenir Goela.

Tepat berada di depan gedung De Tjolomadoe, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Alasan di balik pemberlakuan tiket masuk De Tjolomadoe ini dijelaskan oleh Rachmat Priyatna dari PT Sinergi Colomadu.

Perubahan kebijakan tentang pemberlakuan tiket masuk di De Tjolomadoe ini sebagai upaya pengelola dalam mempertanggungjawabkan dana investasi.

Lihat Juga:

Dana yang dikeluarkan oleh investor tersebut telah digunakan untuk merevitalisasi De Tjolomadoe.

"Kami melalui PT Sinergi Colomadu merevitalisasi De Tjolomadu Colomadu dengan dana investasi," kata Priyatna dikutip dari TribunSolo.com Senin (10/12/2018).

"Dana investasi inilah yang harus kami pertanggungjawabkan," tambah dia.

Meskipun begitu, tanggung jawab dana investasi selama ini sudah dilakukan oleh pihak pengelola.

Seperti penyewaan venue sebagai lokasi untuk konser.

Pada konser Noah yang digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (30/6/2018).

Selain permasalahan investasi, Priyatna mengatakan bahwa adanya pemberlakuan tiket ini juga akan menambah pengalaman pengunjung saat mengunjungi De Tjoloemadoe.

"Sekarang ini, dengan adanya experience baru, kami mulai menerapkan tiket masuk, lebih cenderung untuk maintenance."

Banyak keuntungan dan kemudahan yang bisa pengunjung dapatkan apabila telah membeli tiket masuk ke De Tjolomadoe.

Selain bisa masuk area De Tjolomadoe, pengunjung pun bisa menukarkan tiket dengan minuman yang disediakan di sana.

"Pengunjung membeli kartu dan bisa menukarkanya dengan minuman gratis," kata Priyatna.

Pengunjung yang telah membeli tiket masuk juga bisa menukarkannya dengan minuman gratis.

De Tjolomadoe
De Tjolomadoe (Instagram/soloevent)

Lokasi De Tjolomadoe berada di Adi Sucipto, sekitar 10 menit perjalanan dari Bandara Adi Soemarmo

Objek wisata De Tjolomadoe ini merupakan hasil revitalisasi dari bangunan pabrik gula yang sudah tidak terpakai.

Namanya berubah menjadi De Tjolomadoe.

Awalnya bernama Pabrik Gula (PG) Colomadu.

Didirikan tahun 1861 di Karanganyar oleh Mangkunegaran IV.

Tahun 1928, pabrik ini mengalami perluasan area lahan tebu dan perombakan arsitektur.

Bekas bangunan Colomadu, PG Colomadu seluas 1,3 ha di atas lahan 6,4 ha itu direvitalisasi dengan tetap mempertahankan nilai dan kekayaan historis yang ada.

(TribunTravel.com/ Ayumiftakhul)

Ikuti kami di
Penulis: Ayu Miftakhul Husna
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved