Taman Nasional Komodo Sebaiknya Punya Helikopter Khusus untuk Atasi Kebakaran

Untuk mengatasi masalah kebakaran padang rumput di Kawasan Taman Nasional Komodo, sudah saatnya harus disediakan helikopter khusus.

Taman Nasional Komodo Sebaiknya Punya Helikopter Khusus untuk Atasi Kebakaran
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, untuk mengatasi masalah kebakaran padang rumput di Kawasan Taman Nasional Komodo, sudah saatnya harus disediakan helikopter khusus.

Keberadaan helikopter tersebut lanjut Marius, nantinya juga berperan untuk mengontrol dan juga mengawasi seluruh kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

"Sudah waktunya kawasan yang luas itu dikontrol menggunakan helikopter. Tidak lagi bisa dikontrol secara manual, karena untuk memadamkan api secara manual yang dilakukan oleh tenaga manusia, tentu akan sangat sulit," ucap Marius kepada Kompas.com, Senin (6/8/2018).

Menurut Marius, hamparan savana yang luas dan mudah terbakar, sehingga harus ada penanganan canggih, dengan menggunakan bom air dan tentunya hanya bisa dilakukan dengan menggunakan helikopter atau pesawat kecil.

"Kenapa harus dialokasikan helikopter, karena kawasan TNK sangat luas. Pulau komodo saja luasnya 341 kilometer persegi, belum pulau lainnya," imbuhnya.

Selain helikopter kata Marius, harus ada kapal patroli laut dan juga menambah jumlah personel yang bertugas di Balai Taman Nasional Komodo.

Informasinya sebut Marius, jumlah personel di Balai Taman Nasional Komodo hanya 101 orang.

Dengan jumlah sebanyak itu, tidak akan mungkin menjangkau semua kawasan obyek wisata andalan di NTT itu.

Marius yang turun langsung ke Gili Lawa Darat, pasca terbakarnya kawasan itu mengatakan, pihak Taman Nasional Komodo, juga harus memperketat orang atau wisatawan dari arah Barat atau selat Sape.

Harus juga diatur, pintu masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo hanya satu saja.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved