Breaking News:

Bukannya Dipelihara, Mumi Justru Pernah Dijadikan Bahan Pengobatan Orang Kaya Eropa di Masa Lalu

Fenomena kanibalisme telah ada sejak zaman manusia purba.Sebagian orang melakukannya karena kelangkaan bahan makanan, lainnya sebagai bentuk tradisi

thevintagenews.com
Mumi 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Fenomena kanibalisme telah ada sejak zaman manusia purba.

Sebagian orang melakukannya karena kelangkaan bahan makanan, lainnya sebagai bentuk tradisi.

Sebagai contoh, beberapa daerah Mesopotamia kuno dan India, melakukan kanibalisme sebagai obat.

Mereka beranggapan jika memakan bagian tubuh manusia dapat berperan penting dalam memperpanjang hidup seseorang.

Gladiator di Roma kuno dikenal suka minum darah lawan mereka yang kalah dengan harapan menyerap vitalitas, kekuatan, dan keterampilan tempur mereka.

(thevintagenews.com)

Dilansir TribunTravel.com dari laman thevintagenews.com, praktik kanibalisme mulai meluas di Eropa pada awal abad ke-17.

Pada saat itu banyak masyarakat mempercayai berbagai metode aneh untuk menyembuhkan penyakit.

Paracelsus (1493-1541) adalah seorang dokter Swiss-Jerman, ahli alkimia, ahli perbintangan dan filsuf dari Renaisans Jerman. Dia dikenang sebagai orang yang memperkenalkan kimia ke dalam kedokteran.
Paracelsus (1493-1541) adalah seorang dokter Swiss-Jerman, ahli alkimia, ahli perbintangan dan filsuf dari Renaisans Jerman. Dia dikenang sebagai orang yang memperkenalkan kimia ke dalam kedokteran. (thevintagenews.com)

Satu metode yang mereka gunakan dengan mengkonsumsi sisa-sisa tubuh manusia.

Mereka meyakini darah segar manusia mampu meremajakan peminumnya.

Dokter Swiss-Jerman bernama Paracelsus bahkan mendorong orang-orang membeli sejumlah kecil darah dari orang yang baru saja meninggal dunia.

Darah dianggap paling berharga karena dianggap mengandung esensi kehidupan yang murni.

Lemak manusia juga biasa digunakan.

Dokter menggunakannya untuk mengobati berbagai luka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved