Breaking News:

Di Cape Town Afrika Kamu Hanya Boleh Mandi Selama 2 Menit, Alasannya Sungguh Menyedihkan

Guys, berapa lama rata-rata kamu mandi? 10 menit? atau lebih dari 30 menit? Namun apa jadinya jika kamu hanya boleh mandi maksimal 2 menit saja?

africanleadership.co.uk
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Guys, berapa lama rata-rata kamu mandi?

10 menit? atau lebih dari 30 menit?

Namun apa jadinya jika kamu hanya boleh mandi maksimal 2 menit saja?

Siapa pun pasti berpikir gila menyuruh orang mandi dengan waktu sesingkat itu.

Kenyataannya aturan ini benar-benar ada dan berlaku bagi semu penduduk kota.

Dilansir TribunTravel.com dari laman dailymail.co.uk, kekeringan yang terjadi di Cape Town, Afrika Selatan menyebabkan bencana besar.

(bwbx.io)

Tak cuma bagi penduduk lokal, namun juga wisatawan.

Para ahli memprediksi, Cape Town akan kehabisan air pada pertengah April 2018 mendatang.

Hal ini membuat warganya harus menghemat air sedikit mungkin.

Mereka dibatas penggunaannya 50 liter per orang per hari.

(dailymaverick.co.za)

Padahal rata-rata orang mandi menghabiskan 80 liter air.

Tak cuma penduduk setempat, hotel-hotel yang ada di Cape Town juga memberlakukan aturan yang sama.

Pihak hotel meminta para tamu untuk tidak terlalu sering menggunakan kamar mandi.

Mereka juga membatasi waktu mandi hanya dua menit atau kurang.

Sementara itu beberapa restoran juga mulai beralih menggunakan gelas sekali pakai.

(dailymail.co.uk)

Sekitar 10 juta wisatawan mengunjungi Cape Town tahun lalu, kebanyakan dari mereka tertarik oleh pemandangan ikonik seperti Table Mountain, pantai berpasir yang panjang dan peternakan anggur.

Meski banyak yang bersimpati pada penderitaan penduduk Cape Town, namun ada kekhawatiran jika krisis ini menyebabkan penurunan wisatawan di kemudian hari.

Apalagi dengan harga air yang mulai beranjak naik dipastikan berdampak pada pariwisata.

(dailymail.co.uk)

Meski belum ada data resmi yang mengukur dampak dari kekurangan air, namun dipastikan banyak wisatawan yang akan membatalkan perjalanan ke Cape Town jika mengetahui masalah krisis ini.

Meski demikian, pemerintah setempat sedang berupaya melakukan perbaikan ekonomi.

"Kami adalah negara yang sulit, sebuah negara tangguh dan saya cukup yakin kami akan menemukan jalan keluar dari masalah ini," kata Sisa Ntshona, chief executive Pariwisata SA.

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved