Breaking News:

Penting terhadap Sektor Pariwisata, Potensi Wisatawan Muslim Milenial Diprediksi Tumbuh Pesat

Perjalanan wisatawan Muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus bertumbuh pesat.

Editor: Sinta Agustina
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Panorama Pantai Kuta, kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/6/2016). Kawasan pesisir Mandalika berpotensi menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan dari dampak pembangunan perlu diperhatikan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Perjalanan wisatawan Muslim generasi milenial di dunia diprediksi akan terus bertumbuh pesat.

Peluang pertumbuhan pasar wisatawan Muslim milenial hingga mencapai nilai sebesar 100 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Hal itu terungkap berdasarkan laporan terbaru dari Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017).

Laporan tersebut mengungkapkan pentingnya perkembangan generasi penerus dari wisatawan Muslim terhadap sektor pariwisata di seluruh dunia.

Fazal Bahardeen, CEO dari CrescentRating & HalalTrip, mengatakan bahwa laporan MMTR2017 memberikan wawasan-wawasan terkait dengan pasar wisatawan Muslim milenial yang berkembang pesat dan memiliki pengaruh yang semakin besar serta peluang-peluang yang dihadirkan oleh tren global.

“Tidak ada keraguan bahwa semua pihak di sektor pariwisata harus lebih memperhatikan pasar wisatawan Muslim milenial ini yang dapat mendorong pengeluaran untuk tiket pesawat, hotel dan wisata,” ujar Fazal dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Jumat (3/11/2017).

Fazal menilai pasar wisatawan Muslim yang berkembang pesat sangat menguntungkan bagi pariwisata kontemporer.

Wisatawan Muslim milenial, lanjutnya, akan memasuki fase puncak dari pendapatan, pengeluaran dan perjalanan mereka dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

“Pertumbuhan dari segmen pasar Muslim muda yang semakin makmur ini menunjukkan adanya sebuah potensi yang sangat besar bagi pasar internasional yang bergerak di bidang produk dan layanan yang ramah terhadap Muslim," ujarnya.

Ia menyebut perjalanan wisata bagi generasi Muslim milenial kini berkembang dengan pesat seiring dengan adanya konsumen yang memiliki penghasilan yang lebih besar.

Wisatawan Muslim milenial mencari pengalaman yang lebih eksotis dengan tujuan yang lebih jauh dibanding orang tua mereka.

“Di saat Anda mungkin menganggap bahwa pasar perjalanan Muslim masih relatif kecil, wawasan-wawasan yang diberikan dari laporan ini akan menyediakan sebuah panduan yang jelas di mana para pelaku industri pariwisata perlu memfokuskan upaya-upaya yang mereka lakukan,” jelas Fazal.

Aisha Islam, Vice President, Core & Digital Products, Indonesia, Malaysia & Brunei Division, Mastercard mengatakan, “Nilai-nilai yang dipegang oleh kaum milenial semakin beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang kini juga ingin mendapatkan pengalaman seperti yang dapat diperoleh saat melakukan perjalanan."

Bagi para Muslim milenial, lanjut Aisha, perjalanan merupakan lebih dari sekadar liburan, tetapi juga sering kali dianggap sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri mereka.
Selain itu, generasi Muslim millenial juga mencari pengalaman baru dan membuat hubungan yang lebih erat dengan keluarga serta teman.

Monas Selalu Diminati Warga

“Seiring dengan pasar Muslim milenial yang terus berkembang, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri perjalanan. Penyedia layanan yang ingin masuk ke dalam segmen ini perlu memahami hubungan para Muslim milenial tersebut dengan nilai-nilai yang mereka miliki – seperti keaslian (authenticity), keterjangkauan (affordability) dan aksesibilitas (accessibility), seperti yang diungkapkan oleh penelitian kami – serta memastikan bahwa mereka juga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dari keyakinan mereka,” tambahnya.

Penelitian ini memperkirakan total pengeluaran dari wisatawan Muslim milenial akan mencapai lebih dari 100 miliar dollar AS pada tahun 2025, sementara secara keseluruhan segmen perjalanan Muslim diperkirakan akan mencapai 300 miliar dollar AS di tahun 2026.

CrescentRating memperkirakan bahwa lebih dari 30 persen wisatawan Muslim pada tahun 2016 merupakan kaum milenial dengan 30 persen lainnya merupakan Generasi Z, yakni kelompok demografis setelah kaum milenial.

Dengan 121 juta pengunjung Muslim internasional pada 2016, sebanyak lebih dari 72 juta wisatawan Muslim merupakan generasi milenial ataupun Generasi Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Arab Saudi, Malaysia dan Turki merupakan pasar perjalanan outbound terbesar bagi Muslim milenial yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved