Breaking News:

Mengenal Barapan Ayam: Susahnya Menggiring dan Mengajak Ayam Lari Bareng Sampai Garis Finish

Barapan ayam merupakan satu tradisi rakyat Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar. Begini keseruannya saat para joki menggiring ayam hingga finish.

Editor: Sri Juliati
KOMPAS.com/Syarifudin
Warga Sumbawa barat saat mengarahkan ayam barapannya agar mengenai daun lontar yang dipasang ditengah garis finis. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Selain balap lari, di lokasi start Tambora Challenge di Lapangan Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, juga digelar Barapan Ayam alias balap ayam.

Barapan ayam merupakan satu tradisi rakyat Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar.

Tradisi rakyat Taliwang ini digelar untuk menyemarakkan Festival Pesona Tambora 2017.

Menurut anggota panitia, Kamaruddin, barapan ayam merupakan kebiasaan turun-temurun dari masyarakat di wilayah itu.

Barapan ayam ini hampir sama dengan balapan kerbau, yang juga satu tradisi warga Sumbawa.

Tak jauh berbeda dengan barapan kerbau yang dipasangkan noga (kayu penyangga) di atas kepalanya supaya dua kerbau tetap berlari bersama.

Barapan ayam juga menggunakan sejenis noga yang terbuat dari tali benang untuk membuat kedua ayam lari bareng.

Sementara joki barapan ayam menggunakan lontar sebagai alat penggiring ayam agar sampai ke tujuan.

"Kegemaran ini adalah perpaduan sepasang ayam dengan keterampilan joki," kata Kamaruddin di sela-sela kegiatan barapan ayam, Rabu (5/4/2017).

"Kecepatan ayam pun tergantung dari keahlian joki yang mengarahkan ayam agar dapat berlari dengan kencang hingga mencapai saka (garis finish)."

Ia mengatakan, permainan barapan yang menjadi tradisi budaya Taliwang ini biasanya diadakan saat musim menanam padi.

Namun seiring berjalan waktu, kegiatan yang didominasi para kaum Adam itu dikembangkan menjadi event mingguan.

Selain melestarikan tradisi, barapan ayam saat ini banyak digemari menjadi hobi bagi masyarakat Sumbawa.

Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada hari Sabtu.

Jumlah peserta yang ikut lomba pun mencapai ratusan.

"Biasanya 150 sampai 200 ayam yang ikut barapan. Bahkan lebih dari itu, tergantung skala lombanya,"ujarnya.

Sementara itu, ayam yang diperbolehkan ikut bertanding hanya ayam kampung jantan.

Ayam yang dilombakan memiliki kelas masing-masing dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

"Golongan kelas 1 adalah ayam yang paling besar", katanya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved