Breaking News:

Kuliner Aceh - Istimewanya Mi Instan di Ujong Pie, Pakai Tongkol Segar Hasil Tangkapan Nelayan

Jika bertandang ke Pantai Laweung, jangan lewatkan makanan khas tempat wisata yang berlokasi di Desa Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

Editor: Sinta Agustina
Serambi Indonesia/Nurul Hayati
Mi sure Pak Tompel Ujong Pie 

TRIBUNTRAVEL.COM, ACEH - Jika bertandang ke Pantai Laweung, jangan lewatkan makanan khas tempat wisata yang berlokasi di Desa Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh.

Mi sure Pak Tompel Ujong Pie, demikian nama populer kuliner tersebut.

Sure berasal dari bahasa lokal yang bermakna tongkol.

Mi sure adalah mi instan yang dimasak dengan cara ditumis dan diberi potongan tongkol.

Sekilas terlihat biasa, namun rasanya juara.

Ikan yang dipakai adalah tongkol segar hasil tangkapan nelayan setempat yang baru mendarat.

Dipotong-potong dadu dan dibumbui agar tidak berbau amis.

Sementara kuahnya berupa bumbu kari yang ditumis dan menguarkan aroma menggoda.

“Udah lama dengar kelezatan mi sure, tapi baru kali kesampaian makan. Rasanya juara, apalagi potongan tongkolnya sama sekali tidak amis dan langsung diolah dalam kondisi segar,” ujar Lili, wisatawan lokal.

Namun uniknya, di sini pengunjung harus berburu ikan tongkol sendiri.

Seperti pengalaman saat Serambi Indonesia menyambangi Pantai Laweung belum lama ini.

Mendatangi nelayan yang menambatkan kapal dengan membawa hasil tangkapannya melaut hari itu.

Jika beruntung, kamu bisa bertemu dengan perempuan-perempuan yang mengasong tongkol segar.

Harganya tergantung cuaca, yaitu sekitar Rp 10 ribu per ekor, yang cukup untuk campuran dua porsi mi.

Sementara untuk menyantap seporsi mi sure, cukup membayar tak lebih dari Rp 8 ribu saja.

Jika tongkol sudah di tangan, silakan datangi pondok makan dan serahkan ke koki untuk diolah.

Sembari menunggu pesanan datang, ayo ayunkan langkah menyusuri setiap lekuk Pantai Laweung.

Menunggu pesanan tiba bukanlah pilihan tepat, mengingat antrian pengunjung yang mengular di pondok makan tersebut.

Sedang muka pondok, dermaga sepanjang sekitar lima meter menunggu untuk didatangi.

Dari sini kamu bisa melempar pandang menatap wajah Pantai Laweung yang menawan.

Dari sini pula, spot terbaik untuk memotret landscape Pantai Laweung.

Dari ketinggian dermaga, kamu juga bisa melihat atraksi perenang atau ikutan menceburkan diri ke pantai yang terbilang cantik namun belum terkelola baik itu.

Mau sambil memancing atau berpose ria? Bisa.

Apapun pilihannya, Pantai Laweung siap mengajak kamu menghabiskan sore ceria dengan penuh cerita.

Menuju lokasi

Pantai Laweung berjarak sekitar 2 jam berkendara dari ibukota provinsi, Banda Aceh atau sekira 45 menit dari ibukota Kabupaten Pidie, Sigli.

Kamu bisa menumpang minibus jurusan Sigli atau Medan dengan melintasi Jalan Nasional Banda Aceh-Medan yang dikenal sebagai Jalur Lintas Sumatra (Jalinsum).

Setiba di Persimpangan Laweung mengambil arah ke kiri dan melanjutkan perjalanan memakai jasa angkot.

Bisa juga memakai kendaraan pribadi baik roda dua atau roda empat.

Hanya saja kondisi jalannya meski pun sudah teraspal, namun sudah banyak berlubang di sana sini sehingga mengurangi kenyamanan pelintas.

Pun begitu, keseruan yang ditawarkan Pantai Laweung akan membuat penat perjalanan kamu terbayar lunas.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved