Kuliner Kalimantan Selatan - Nikmatnya Iwak Samu Khas Banjar, Dicampur Rempah Mantap Jiwa

"Kalau mau, bisa juga saat dimasak dicampuri rempah. Oleh orang-orang Banjar biasanya dicampur bawang merah saat memasak agar aromanya lebih sedap."

Kuliner Kalimantan Selatan - Nikmatnya Iwak Samu Khas Banjar, Dicampur Rempah Mantap Jiwa
Banjarmasin Post/Yayu Fathilal
Iwak Samu khas Banjar 

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Yayu Fathilal

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku Banjar di Kalimantan Selatan memiliki banyak kuliner tradisional yang menggugah selera.

Di antaranya adalah iwak basamu atau terkadang disebut juga iwak samu.

Samu dalam bahasa Banjar berarti proses mengasinkan dan mengawetkan ikan dengan cara tertentu.

Caranya, membumbui ikan dengan garam, kunyit, dan beras yang ditumbuk.

Beras yang digunakan biasanya adalah jenis unus yang banyak ditemui di Kalimantan Selatan.

Ikannya bisa apa saja, namun kebiasaan yang digunakan adalah gabus, sepat, saluang dan papuyu.

Iwak samu biasanya dijual di pinggir jalan, di pasar-pasar tradisional di Kalimantan Selatan.

Penjualnya biasa menjualnya sepiring kecil Rp 5.000, berisi beberapa ekor iwak samu mentah.

Di antaranya adalah Saniah (50) dan Rusinah (50).

Mereka biasa berjualan di Pasar Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Menurut Saniah, cara membuatnya mudah sekali.

“Setelah ikan dibersihkan, taburi garam, lalu tiriskan. Lalu ambil kunyit, haluskan, campurkan dengan beras unus yang sudah ditumbuk," katanya.

"Kemudian dimasak kering atau disangrai, setelah itu campurkan dengan ikan yang diberi garam tadi. Lalu ikannya digoreng hingga matang,” lanjut Saniah.

Iwak samu tersebut bisa dimakan dengan nasi, sayur, sambal, dan lauk pauk lainnya.

“Kalau mau, bisa juga saat dimasak dicampuri rempah. Oleh orang-orang Banjar biasanya dicampur bawang merah saat memasak agar aromanya lebih sedap,” kata dia.

Kuliner ini, imbuh Rusinah, telah menjadi makanan orang Banjar sejak zaman dulu.

“Ini adalah makanan rakyat, biasanya disantap bersama-sama keluarga di rumah,” sebutnya.

Rasanya tentu saja asin dan gurih.

Ada sensasi kriuk-kriuknya, serta nikmatnya beras unus yang ditumbuk dan disangrai.

Memang tak ada cerita istimewa di balik keberadaan kuliner ini, namun yang pasti iwak samu ini sangat popular di tengah-tengah orang Banjar sejak dulu.

Cocok pula bagi para pelancong yang gemar berburu kuliner lokal saat ke Kalimantan Selatan.

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber:
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved