Suku Mentawai - Miris! Dari Pakaian hingga Seni Tato Tubuh, Inilah Tradisi Suku yang Mulai Hilang

Suku Mentawai dikenal dengan kesederhanaan dan tradisinya. Sayangnya, saat ini, kedua hal tersebut perlahan mulai hilang.

Suku Mentawai - Miris! Dari Pakaian hingga Seni Tato Tubuh, Inilah Tradisi Suku yang Mulai Hilang
theriderpost.com
Suku Mentawai 

TRIBUNTRAVEL.COM - Suku Mentawai dikenal dengan kesederhanaan dan tradisinya.

Sayangnya, saat ini, kedua hal tersebut perlahan mulai hilang.

- Suku yang Sederhana


Suku Mentawai adalah sekelompok masyarakat yang tinggal hidup dan menetap di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Suku Mentawai tinggal di empat pulau besar, yaitu Sibora, Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.

Suku ini dikenal dengan kesederhanaannya.

Hal tersebut dilihat dari tempat tinggal dan pakaian yang dikenakan oleh masyarakat di sana.

Secara turun temurun, suku Mentawai hidup sederhana di sebuah uma.

Uma adalah rumah yang terbuat dari kayu dan berbentuk panggung.

Untuk soal pakaian, suku Mentawai juga masih tergolong tradisional.

Biasanya, kaum lelaki akan menggunakan kabit, yaitu penutup bagian bawah tubuh yang terbuat dari kayu.

Sementara untuk perempuan, mereka akan menggunakan pelepah daun pisang untuk bagian bawah dan rajutan daun rumbai untuk bagian atas tubuh.

- Seni Merajah Tubuh Tertua


Seni merajah tubuh atau yang lebih dikenal dengan tato merupakan tradisi yang ada di suku Mentawai.

Bahkan, menurut penelitian, seni tato tertua yaitu berasal dari suku ini, lho.

Suku Mentawai sudah menato tubuh mereka sejak kedatangan mereka ke pantai barat Sumatera pada zaman logam, 1500 SM-500 SM.

Orang Mentawai menyebut tato dengan titi.

Bagi mereka, tato adalah roh kehidupan.

Tidak hanya itu, lewat tato, mereka juga dapat menunjukkan mata pencaharian serta status sosialnya di masyarakat.

Misalnya, jika mereka pemburu, maka tato yang digambar adalah binatang hasil buruannya.

Nah, tato ini juga memiliki fungsi seni, lho, karena suku Mentawai menggambar sesuai dengan kreativitasnya.

- Gigi Runcing Simbol Cantik


Satu lagi yang menjadi tradisi unik di suku Mentawai adalah gigi runcing.

Tradisi ini biasanya ditujukan untuk para perempuan suku Mentawai.

Gigi runcing merupakan simbol kecantikan dari perempuan suku ini.

Semakin runcing gigi mereka, semakin cantiklah perempuan itu.

Selain sebagai simbol kecantikan, tradisi mengukir gigi ini juga menjadi simbol keseimbangan antara tubuh dan jiwa.

Mereka percaya, saat fajar menyingsing, tubuh manusia akan terpisah dengan roh atau jiwa.

Seiring perjalanan waktu, kesederhanaan dan tradisi unik di suku Mentawai perlahan mulai hilang.

Hal tersebut terjadi karena masuknya pengaruh dari budaya luar.

Saat ini, di suku Mentawai, dapat ditemukan masyarakat yang mengenakan kaus.

Begitu juga dengan tradisi menato dan meruncingkan gigi yang semakin ditinggalkan. (Kidnesia.com/Jessica Florensia)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved