Bukan Hanya Sapi, 10 Hewan Ini Juga Dipuja Bak Dewa di Berbagai Negara

Dalam ritual keagamaan, ada beberapa binatang yang dijadikan objek pemujaan. Istilah ini biasanya disebut zoolatry.

Bukan Hanya Sapi, 10 Hewan Ini Juga Dipuja Bak Dewa di Berbagai Negara
dayafterindia.com
Menyembah sapi 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Dalam ritual keagamaan, ada beberapa binatang yang dijadikan objek pemujaan.

Istilah ini biasanya disebut zoolatry.

Mereka beranggapan jika binatang-binatang ini sebagai dewa.

Uniknya penyembahan hewan suci ini telah ada sejak zaman kuno.

Dilansir TribunTravel.com dari laman stillunfold.com berikut 10 hewan yang dipuja.

1. Sapi

(thebeepingbell.com)

Sapi dianggap sebagai binatang suci dalam beberapa agama seperti Hindu, Jainisme, dan Zoroastrianisme.

Orang Mesir kuno, Romawi, Yunani dan Israel juga menghormati mamalia suci ini.

Binatang ini dianggap suci karena berguna bagi manusia.

Susunya kaya nutrisi dan kotorannya digunakan sebagai pupuk.

Secara historis, sapi telah digunakan untuk mengolah ladang.

Juga, dikatakan minum air kencing sapi dapat berdampak baik bagi kesehatan, keberuntungan dan kemakmuran.

2. Harimau

(newindianexpress.com)

Menurut cerita rakyat Korea, harimau dianggap sebagai wali dari barat dan semangat dewa.

Mereka melambangkan kekuatan dan keberanian serta diyakini mampu menangkal kejahatan dan membawa keberuntungan.

Harimau putih terutama dianggap sebagai makhluk suci karena mereka telah mampu mengatasi cobaan dan mencapai pemahaman yang lebih tinggi tentang dunia.

Bulu putihnya menjadi simbol kebijaksanaan.

3. Gajah

(amritapuri.org)

Gajah, dianggap sebagai makhluk suci yang mampu mendatangkan ketenangan, kekuatan, kebijaksanaan dan royalti.

Seluruh India selatan, menyembah gajah dan mendirikannya kuil.

Mitologi Hindu bahkan memiliki dewa yang disebut Ganesha - Dewa Gajah.

4. Babi

(Net)

Orang-orang Mesir kuno menganggap babi sebagai binatang suci dan sebagai dewa penting.

Babi dengan bulu tegak dianggap mampu mengatasi badai, kekacauan,dan kegelapan.

Alasan ini yang membuat babi sering dikorbankan dalam ritual.

Orang-orang Yunani juga diketahui melakukan ritual mengorbankan babi untuk dewi mereka Demeter.

Demeter adalah dewi gandum, kesuburan, kesucian.

Menurut zodiak China, babi merupakan satu dari dua belas binatang menguntungkan.

Celtic juga menyembah 'dewa babi' bernama Moccus.

5. Kambing

(wikimedia.org)

Di zaman kuno di Suriah, kambing ditutupi dengan kalung perak dan dibiarkan berkeliling kota selama pernikahan raja.

Menurut kepercayaan, mereka mampu menghilangkan kejahatan pada umat manusia.

Di Afrika, orang-orang menganggap kambing sebagai dewa utama mereka.

Dewa Yunani 'Pan' digambarkan memiliki bentuk menyerupai kambing dengan kuku, tanduk dan jenggot.

Selain Pan, kambing terkait erat dengan Dionysus di era Romawi.

Dimana orang-orang Romawi akan memotong kambing dan memakannya hidup-hidup.

6. Anjing

(Twitter)

Anjing sangat dihormati dan dipuja di bagian India serta Nepal.

Dalam festival 5 hari di Tihar, anjing disembah.

Sementara dalam keyakinan Hindu, anjing diyakini menjadi utusan dewa kematian dan penjaga untuk pintu surga.

Pada 14 November setiap tahun, Nepal merayakan Kukur Tyohar (hari anjing).

Pada hari ini, anjing dihormati dengan dupa dan karangan bunga.

7. Kuda

(redzambala.com)

Penyembahan kuda sebagian besar dilakukan oleh orang-orang asal Indo-Eropa dan Turki.

Dalam agama Hindu dan Budha, dewa berkepala kuda bernama Hayagriva dihormati.

Suku Gond di India menyembah batu berbentuk kuda.

8. Kucing

(instagram.com)

Orang-orang Mesir Kuno sangat memuja kucing.

Kemampuan kucing untuk mengontrol ular dan hama membuat dianggap sebagai simbol ketenangan dan rahmat.

Dan, membunuh kucing adalah pelanggaran berat di Mesir.

Saking hormatnya, mereka bahkan memumikan kucing seperti manusia.

9. Monyet

(Net)

Dalam agama Hindu, monyet dianggap sebagai makhluk yang suci.

Alasan itu yang memuat banyak monyet bebas tinggal di kuil.

10. Ular

(freeimagescollection.com)

Di Amerika Utara, orang-orang Hopi melakukan tarian ular setiap tahun untuk menyatukan sepasang roh kelok dan untuk meremajakan kesuburan alam.

Sebuah festival ular yang disebut 'Nag Panchami' diadakan di India, orang-orang menyembah Dewa Siwa yang memakai ular kobra di lehernya.

Dewa ular juga populer di budaya Kamboja, Cina, Australia, Mesopotamia kuno dan bagian lain dunia.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved