5 Jalur Kereta Api Paling Aneh di Dunia, Lihat Bentuknya Bikin Melongo

Coba bayangkan jika kamu melewati beberapa jalur kereta paling ektream di dunia ini, lalu apa respon kamu, yuk simak!

5 Jalur Kereta Api Paling Aneh di Dunia, Lihat Bentuknya Bikin Melongo
deseretnews.com

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Wahyu Vitaarum

TRIBUNTRAVEL.COM - Traveler, banyak alat transportasi yang bisa kamu pilih untuk traveling.

Di zaman yang serba canggih ini, kamu nggak perlu bimbang pilih alat transportasi.

Satu dari sekian banyak alat transportasi yang bisa kamu pilih adalah kereta api.

Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan saat naik kereta api.

Selain mengehemat waktu, kamu juga bisa terhindar dari kemacetan yang bisa bikin mood jadi jelek.

Laju jalan kereta yang cepat berlari diatas rel besi dan kursi yang empuk bikin perjalanan kamu semakin nyaman.

Seringkali kamu akan menjumpai pemandangan keren sepanjang perjalanan yang bikin terperangah.

Namun, apakah kamu pernah membayangkan, saat naik kereta api melewati medan yang super ekstrem, seperti di pinggir laut.

Yups, coba bayangkan jika kamu melewati beberapa jalur kereta paling ektream di dunia ini, lalu apa respon kamu, yuk simak!

#1. Hindenburgdamm adalah sebuah jalan setapak sepanjang 11 km yang menghubungkan Pulau Sylvina Utara Frisian ke daratan Schleswig-Holstein, Jerman.

(oddee.com)

#2. Jalur kereta keren, yang melewati dataran tinggi di Chongqing, salah satu kota berpenduduk paling banyak di China.

(oddee.com)

#3. Jalur kereta paling bahaya didunia, hampir nggak ajarak anatar rel kereta dan pemukin penduduk, yang bisa kamu jumpai di Hanoi.

(oddee.com)

#4. Bandara Gisborne adalah bandara regional yang terletak di pinggiran barat Gisborne, Selandia Baru, yang mempunyai jalur kereta dalam landasan pesawat terbang, serem kan?

(oddee.com)

#5. Jalur kereta yang membentang di sepanjang Jembatan Brusio, Kanton Graubünden, Swiss, yang memiliki panjang 110 meter, dengan kelengkungan horizontal 70 meter.

(oddee.com)
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Vitaarum
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help