Taman ini sangat diminati warga setempat. Pedagang jajanan keliling selalu datang setiap sore yang cerah. Mereka mengais untung dari para pengunjung taman. Kantin yang tersedia juga laris manis setiap sore.
“Sering membawa anak-anak main di sini. Di Kandis taman ini termasuk primadona bagi kami,” ujar Dedi, seorang warga yang tengah bermain dengan anak-anaknya di sana, Selasa (23/3/2021) sore lalu.
Baca juga: Itinerary Lasem 2 Hari 1 Malam Jelajahi Little China, Segini Bujetnya
Dedi menuturkan, ia dan keluarganya sering datang ke taman itu sejak 2018 lalu. Sebab, jarak rumahnya dengan taman itu tidaklah terlalu jauh.
“Sekitar 5 menit naik motor kami sudah sampai di taman ini. Lagi pula di sini aman, parkir aman dan anak-anak juga aman bermain. Juga tidak bayar masuk,” kata dia.
Karena banyak peminat di sore yang cerah, memang ada fasilitas yang rusak. Seperti luncuran yang telah keropos dan berlubang, di bawah ayunan air sisa hujan menggenang.
“Jika fasilitas yang rusak diperbaiki, maka taman ini akan terasa sangat bermanfaat sekali. Anak-anak tentu senang dapat memanfaatkan fasilitas yang mendukung,” tambah Dedi.
Camat Kandis Said Irwan juga mengatakan taman itu ramai dikunjungi pada sore hari. Sebab taman ini dibangun dengan corak yang kekinian sehingga menjadi spot foto bagi pegiat sosial media.
“Pengunjung parkir di pelataran kantor ini, selama ini aman. Bagi kami tidak ada masalah karena memang di sini lokasi yang aman daripada di pinggir jalan lintas,” kata Said Irwan.
Pengelolaan taman ini berada pada Dinas PU Tarukim Siak. Selama ini petugas sangat jeli menata taman ini sehingga bersih setiap hari.
Taman ini telah menjadi pilihan alternatif bagi warga Kandis untuk bersantai bersama keluarga di sore hari.
“Kami hanya mengingatkan agar pengunjung ikut menjaga taman ini, sehingga tetap rapi dan indah selamanya. Buanglah sampah pada tempat yang disediakan serta pakailah masker,” kata Said Irwan.
Menurutnya, di Kandis memang tidak terlalu banyak tempat bersantai yang berbasis taman. Namun, kehadiran RTP Sri Mayang Telaga Samsam ini sangat menguntungkan bagi warga.
“Warga sepulang kerja ingin bersantai bersama keluarganya. Taman ini telah menjadi pilihan sejak 3 tahun belakangan. Kami sendiri pun sering duduk di taman ini, setidak-tidaknya menyeruput kopi hitam di sore sepulang ngantor,” kata Said Irwan.
Taman ini dibangun dari APBN pada 2017 lalu. Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya, Kementrian PUPR Adjar Prajudi langsung turun melaksanakan peletakan batu pertama RTP Sri Mayang Telaga Sam Sam ini pada 2017 lalu.
Baca juga: Daya Tarik, Lokasi, dan Akses Menuju Pantai Sebanjar di Alor NTT
(TribunTravel.com)
Baca tanpa iklan