Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mata Lokal Travel

Makam Pangeran Jayakarta di Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur: Wisata Religi & Sejarah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana area makam Pangeran Jayakarta pada Selasa (23/11/2021). Makam itu kerap dikunjungi masyarakat yang ingin belajr sejarah.

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebagai kota metropolitan, Jakarta identik dengan pusat perbelanjaan, kuliner modern, gedung pencakar langit, hingga museum-museum perkotaan. 

Jenis pariwisata ini sering disebut sebagai urban tourism atau wisata perkotaan. 

Baca juga: Jejak Raden Saleh di Masjid Jami Al-Mamur Cikini, Menteng, Jakarta Pusat

Makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, adalah destinasi wisata religi dan sejarah di DKI Jakarta. Keterangan foto: Makam Jayakarta memiliki nisan khas Kesultanan Banten, karena dia adalah pangeran dari Kesultanan Banten. (Tribun Jakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Baca juga: Masjid Ramlie Musofa: Bukan Sekadar Taj Mahal di Jakarta

Namun, siapa sangka di balik hiruk pikuk ibu kota, Jakarta juga menyimpan jejak sejarah panjang yang erat kaitannya dengan wisata religi.

Satu destinasi religi bersejarah yang jarang diketahui adalah makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur. 

Baca juga: Gedung Fatahillah: 25 Rahasia Menarik Museum Sejarah Jakarta yang Jarang Diketahui

Baca juga: Segera Berakhir! Tarif Transportasi Publik Rp 80 dan Ganjil Genap Ditiadakan di Jakarta, Cek Jadwal

Tempat ini bukan hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan seorang tokoh penting dalam sejarah berdirinya Jakarta.

 Sosok Pangeran Jayakarta, Pejuang Melawan VOC

Nama Pangeran Jayakarta tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Jakarta. 

Pangeran yang memiliki nama asli Achmad Djakerta ini merupakan keturunan dari Kesultanan Banten. 

Pada abad ke-17, ia memimpin perlawanan terhadap kesewenang-wenangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang ingin menguasai pelabuhan Sunda Kelapa.

Awalnya, Pangeran Jayakarta berhasil mengusir VOC dari Sunda Kelapa. 

Namun, serangan balik Belanda dengan kekuatan lebih besar membuat pasukan Pangeran Jayakarta terdesak. 

Pada 30 Mei 1619, VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen berhasil membakar kota Jayakarta, sehingga Pangeran dan pasukannya mundur ke arah selatan.

Mereka kemudian bersembunyi di kawasan hutan jati yang masih lebat.

Dari tempat persembunyian itulah lahir sebuah permukiman baru yang dinamakan Jatinegara, yang hingga kini masih menjadi salah satu kawasan penting di Jakarta Timur.

 Wafat dan Dimakamkan di Jatinegara Pangeran Jayakarta wafat pada tahun 1640. 

Halaman
1234