TRIBUNTRAVEL.COM - Sebagai kota metropolitan, Jakarta identik dengan pusat perbelanjaan, kuliner modern, gedung pencakar langit, hingga museum-museum perkotaan.
Jenis pariwisata ini sering disebut sebagai urban tourism atau wisata perkotaan.
Baca juga: Jejak Raden Saleh di Masjid Jami Al-Mamur Cikini, Menteng, Jakarta Pusat
Baca juga: Masjid Ramlie Musofa: Bukan Sekadar Taj Mahal di Jakarta
Namun, siapa sangka di balik hiruk pikuk ibu kota, Jakarta juga menyimpan jejak sejarah panjang yang erat kaitannya dengan wisata religi.
Satu destinasi religi bersejarah yang jarang diketahui adalah makam Pangeran Jayakarta di kawasan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.
Baca juga: Gedung Fatahillah: 25 Rahasia Menarik Museum Sejarah Jakarta yang Jarang Diketahui
Baca juga: Segera Berakhir! Tarif Transportasi Publik Rp 80 dan Ganjil Genap Ditiadakan di Jakarta, Cek Jadwal
Tempat ini bukan hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan seorang tokoh penting dalam sejarah berdirinya Jakarta.
Sosok Pangeran Jayakarta, Pejuang Melawan VOC
Nama Pangeran Jayakarta tidak bisa dilepaskan dari perjalanan sejarah Jakarta.
Pangeran yang memiliki nama asli Achmad Djakerta ini merupakan keturunan dari Kesultanan Banten.
Pada abad ke-17, ia memimpin perlawanan terhadap kesewenang-wenangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang ingin menguasai pelabuhan Sunda Kelapa.
Awalnya, Pangeran Jayakarta berhasil mengusir VOC dari Sunda Kelapa.
Namun, serangan balik Belanda dengan kekuatan lebih besar membuat pasukan Pangeran Jayakarta terdesak.
Pada 30 Mei 1619, VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen berhasil membakar kota Jayakarta, sehingga Pangeran dan pasukannya mundur ke arah selatan.
Mereka kemudian bersembunyi di kawasan hutan jati yang masih lebat.
Dari tempat persembunyian itulah lahir sebuah permukiman baru yang dinamakan Jatinegara, yang hingga kini masih menjadi salah satu kawasan penting di Jakarta Timur.
Wafat dan Dimakamkan di Jatinegara Pangeran Jayakarta wafat pada tahun 1640.
Baca tanpa iklan