Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pantai Nihiwatu Sumba Barat NTT: Daya Tarik, Harga Tiket Masuk, Lokasi & Jam Buka

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pantai Nihiwatu. Pantai Nihiwatu dikenal karena keindahan alamnya yang memukau dan pengelolaan yang mengutamakan privasi dan kelestarian lingkungan.

LIHAT JUGA:

Waktu Terbaik Liburan ke Sumba

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata NTT Johny Rohi menyarankan wisatawan untuk datang ke Pulau Sumba pada musim kemarau.

"Kalau mau melihat sabana yang lebih spektakuler itu pada musim kering," kata dia kepada Kompas.com.

Sebab, menurut Johny, bukit-bukit di sabana Sumba akan kering dan terlihat lebih menarik untuk dipotret.

Saat musim kemarau, rumput juga tidak begitu tinggi, sehingga tak akan menghalangi pemandangan.

Baca juga: Pesona Air Terjun Tanggedu, Grand Canyon ala Sumba yang Menakjubkan

Selain itu, cuaca cerah juga memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan keindahan panorama sunset, terutama saat berkunjung ke pantai.

"Pantai Walakiri di Sumba Timur ada mangrove yang berbentuk seperti orang menari saat matahari tenggelam," kata Johny.

Meski begitu, sambung Johny, Pulau Sumba tetap menyuguhkan keindahan pesona alam apapun musimnya.

Pemandangan sunset di Pantai Walakiri Sumba yang terkenal indah dan romantis. Lanskap Pantai Walakiri, Waingapu, Sumba Timur, Kamis (11/07/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Saat musim hujan, air terjun di Sumba sedang bagus-bagusnya.

Lalu, kapan musim kemarau di Sumba biasanya berlangsung?

Menurut Johny, pertengahan tahun adalah saatnya musim kemarau.

Selain alam, akan ada banyak festival tahunan dan ritual agama masyarakat setempat yang digelar pada pertengahan tahun.

Salah satunya, Pasola yang digelar mulai Februari dan Maret.

Gelaran rutin setiap tahun ini menjadi pembuka musim tanam masyarakat Sumba dengan menghadirkan atraksi, seperti berkuda dan lempar lembing.

(TribunTravel.com/Sinta)