LIHAT JUGA:
Waktu Terbaik Liburan ke Sumba
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata NTT Johny Rohi menyarankan wisatawan untuk datang ke Pulau Sumba pada musim kemarau.
"Kalau mau melihat sabana yang lebih spektakuler itu pada musim kering," kata dia kepada Kompas.com.
Sebab, menurut Johny, bukit-bukit di sabana Sumba akan kering dan terlihat lebih menarik untuk dipotret.
Saat musim kemarau, rumput juga tidak begitu tinggi, sehingga tak akan menghalangi pemandangan.
Baca juga: Pesona Air Terjun Tanggedu, Grand Canyon ala Sumba yang Menakjubkan
Selain itu, cuaca cerah juga memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan keindahan panorama sunset, terutama saat berkunjung ke pantai.
"Pantai Walakiri di Sumba Timur ada mangrove yang berbentuk seperti orang menari saat matahari tenggelam," kata Johny.
Meski begitu, sambung Johny, Pulau Sumba tetap menyuguhkan keindahan pesona alam apapun musimnya.
Saat musim hujan, air terjun di Sumba sedang bagus-bagusnya.
Lalu, kapan musim kemarau di Sumba biasanya berlangsung?
Menurut Johny, pertengahan tahun adalah saatnya musim kemarau.
Selain alam, akan ada banyak festival tahunan dan ritual agama masyarakat setempat yang digelar pada pertengahan tahun.
Salah satunya, Pasola yang digelar mulai Februari dan Maret.
Gelaran rutin setiap tahun ini menjadi pembuka musim tanam masyarakat Sumba dengan menghadirkan atraksi, seperti berkuda dan lempar lembing.
(TribunTravel.com/Sinta)
Baca tanpa iklan