Di sisi lain, lodok juga memiliki makna filosofis sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam.
Selain Lingko Meler, dilaporkan Kompas.com, ada persawahan lodok di Lembor.
Persawahan ini mudah dijangkau dari Kota Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat.
Baca juga: Pulau Rusa di Alor NTT, Tempat Seru Lihat Rusa Timor di Alam Liar
Pengunjung bisa menumpang kendaraan umum dari Labuan Bajo dengan jarak tempuh dua jam.
Namun, lebih singkat lagi apabila mengendarai kendaraan roda dua.
WisatawaLetak persawahan ini berada di pinggir Jalan Transflores tujuan Labuan Bajo-Ruteng.
Namun, dari pinggir jalan tidak nampak kelihatan, wisatawan harus berjalan di sebuah bukit untuk melihat keunikan persawahan tersebut.
Setelah berada di bukit, arahkan pandangan kita ke persawahan lodok.
Kita pasti tersentak dengan keunikan-keunikan yang dibuat oleh leluhur warga Manggarai Barat zaman dahulu.
Hamparan persawahan Lodok yang terbesar ada di Cancar.
Ada 11 hamparan sawah lodok di Cancar dari delapan kampung.
Semuanya bisa dilihat dari Puncak Weol.
Baca juga: Pengalaman Menakjubkan Mendaki Gunung Ile Mauraja di Lembata NTT: Ada Jalur Mirip Punggung Kuda
Jika ingin lebih mengetahui keseluruhannya, berkunjunglah ke persawahan Lingko Lodok Rawang di Kampung Rawang, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur.
Akses jalan ke kampung itu dari arah Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai sangat bagus dengan melewati Karot menuju ke Pagal.
Jalannya sangat bagus karena masuk dalam jalan Negara Ruteng-Reo.
Baca tanpa iklan