Pihak pengelola juga memberikan alternatif lain bagi Anda yang ingin menikmati hutan mangrove, yaitu dengan menggunakan boat.
Anda bisa berkeliling melihat hutan mangrove dengan suasana yang lebih nyaman.
"Di sini kita juga menyediakan wisata edukasi. Untuk lembaga atau komunitas yang ingin mengetahui tentang mangrove, cara menanam mangrove, hingga pembibitan mangrove. Selain itu ada juga pelepasan penyu" ujar Nunung Pengelola Kampung Terih, Nongsa.
Pelantar mengarah ke laut menjadi spot yang indah untuk berfoto.
Terutama saat sore hari, sunset disini terbilang sangat indah karena matahari terlihat tepat berada di depan kampung terih.
Di tambah dengan tulisan kampung terih dari kayu di tengah pantai, membuat laut semakin terlihat cantik, terutama ketika sore hari.
Untuk yang senang kemping, Anda bisa melakukan aktifitas outdoor itu di sana.
Anda cukup meminjam tenda jika memang tidak mempunyainya. Pengunjung akan merasakan sensasi kemping di atas permukaan air, tepatnya di pantai.
Bertenda di atas kayu-kayu yang dibuat terapung, tentu akan merasakan buaian gelombang laut, ditemani suara percikan air laut serta desiran angin yang menenangkan.
Suasana bertenda apung ini, semakin terasa nikmat saat suasana malam hari.
Sambil melihat lampu-lampu yang memancar dari deretan gedung-gedung di Batam Centre.
"Tenda bisa dibawa sendiri, tapi kami juga menyediakan penyewaan tenda bagi yang ingin kemping di sekitar pinggir pantai atau kemping terapung," ujar Bams yang juga pengelola disana.
Tidak hanya kemping terapung, tetapi juga bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari ayunan.
Jika ayunan biasanya hanya papan menggantung dan bisa berayun, di desa wisata kampung terih pengunjung akan merasakan perahu berayun.
Perahu ini sengaja dibuat berayun saat duduk di atasnya. Berada dekat dengan pantai tidak heran saat air pasang, perahu seolah-olah terapung di atas airnya.
Baca tanpa iklan