Dijelaskan Muhammad Riyadi, Sabtu (6/1/2024) di objek wisata ini pengunjung akan disambut dengan suara gemuruh air dari jeram yang ada. Serta suasana sejuk pohon yang rindang.
Biaya masuk terbaru di awal 2024, ini berubah. Ada diubah dan masih terbilang sangat murah yakni Rp 5.000 per orang. Itu termasuk parkir mobil atau motor.
“Fasilitas kita disini lumayan lengkap, ada kamar mandi, gazebo, musala dan warung,” ujar Riyadi.
Dijelaskan dia, pengunjung bisa menginap ataupun camping tanpa biaya tambahan. Bagi pengunjung yang ingin menyewa gazebo dikenakan biaya Rp 20.000.
Adapun yang mau menginap dengan mendirikan tenda camping dikena biaya lagi Rp 10 ribu untuk biaya keamanan. Pengunjung juga bisa berenang karena air tidak terlalu dalam.
Destinasi wisata Jeram Alam Roh 17 kini tengah tren.
Baca juga: Uniknya Pantai Dintor di Manggarai NTT, Tawarkan Lanskap Persawahan & Pulau Mules yang Memukau
Sayangnya, di lokasi ini masih terbatas dari sisi jaringan telepon seluler. Tidak ada sinyal, saat berwisata di Jeram Alam Roh 17.
Karena itu, pihak pengelola kelompok sadar wisata berharap ada pihak provider bisa memasang pemancar atau tower provider di kawasan setempat.
"Kami meminta kepada pemerintah atau perusahaan provider agar membangun tower supaya jaringan seluler dan akses data selular bisa masuk, " harap pengelola Jeram Alam Roh 17, Muhammad Riyadi, Sabtu (6/1/2024).
Pria yang juga Sekdes Rantau Bujur itu mengaku sejauh ini untuk komunikasi ada wifi yang masuk namun masih sangat terbatas.
"Kami sementara ini pakai wifi terbatas. Mudah mudahan pihak provider atau pemerintah mendengar keluhan ini sehingga bisa direalisasikan untuk sinyal selular, " harap Muhammad Riyadi.
Nama kelompok sadar wisata yang mengelola Jeram Alam Roh 17 yakni Pokdarwis Putri Mayang Sari.
"Kenapa kami ambil nama Pokdarwis itu, karena legenda sungai Malino ini di sini tempat mandinya dewi-dewi yang turun dari langit dinamakan Putri Mayang Sari, "ujar pengelola Jeram Alam Roh 17, Muhammad Riyadi, Sabtu (6/1/2024).
Baca juga: Makam Datu Suban di Tapin, Kalsel Hanya Dikunjungi Peziarah Tertentu Selama Bulan Ramadhan
Pria yang juga Sekertaris Desa (Sekdes) Rantau Bujur itu, menyebutkan, objek wisata ini terus dikelola hingga kini fasilitasnya terus dilengkapi dan dibenahi.
Adapun fasilitasnya, sementara di awal 2024 ini ada Gazebo lima unit. Tempat mandi atau membilas bilas dua unit. Ada Toilet, Musala, warung makan, dan rumah jaga.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)(TribunTravel.com/mym)
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Wisata Kalsel : Nikmati Suasana Gemuruh Air di Jeram Alam Roh 17 Desa Rantau Bujur Kabupaten Banjar dan Wisata Kalsel : Jeram Alam Roh 17 Lagi Ngetren, Pokdarwis Keluhkan Tak Ada Sinyal Selular
Baca tanpa iklan