"Sekarang pun batu itu masih ada di atas sana.
Namun jarang pengunjung yang mau melihat batu tersebut, dikarenakan lokasinya yang cukup jauh sekitar kurang lebih 400 meter," sebutnya.
Berkunjung ke Hutan Mata Kucing pasti membuat kita penasaran, apa saja hal yang menarik saat kita datang ke ekowisata ini.
Baca juga: Jelajahi Kebun Binatang Surabaya: Wisata Seru dan Ramah Lingkungan untuk Keluarga
"Yang paling dicari pengunjung dan yang paling ramai itu lokasi di kolam renang, karena kolam renangnya itu dari mata air yang disedot secara alami ada ijuk, arang, busa, airnya kemudian dialirkan ke kolam renang, jadi orang terminum pun kita tidak khawatir," jelasnya.
Pantauan TribunBatam.id saat mendatangi lokasi, memang pengunjung saat akhir pekan sangat sepi sekali, hanya ada beberapa motor yang parkir di dalam lokasi wisata.
Waktu operasional di Hutan Wisata Mata Kucing ini setiap hari mulai pukul 08.00 WIB - 18.00 WIB.
Sementara itu untuk tiket masuk dewasa Rp 15 ribu dan anak-anak Rp 10 ribu.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebelumnya mendorong bangkitnya sektor pariwisata Kepri sebagai salah satu sektor andalan.
Ansar menilai branding pariwisata Provinsi Kepri semakin kuat dengan banyaknya dstinasi wisata yang ada.
Geliat sektor pariwisata menjadi salah satu aspek dalam pemulihan ekonomi di Kepri yang sedang digaungkan oleh Gubernur Ansar Ahmad.
Baca juga: Pantai Indah Mutiara di Bengkong, Batam, Kepri Cocok untuk Liburan Akhir Pekan, Intip Daya Tariknya
Hal ini pula yang diakui Kadispar Kepri, Buralimar.
Ia optimistis geliat pariwisata Kepri akan kembali bangkit meski kondisi pandemi covid-19.
"Selain menjadi daya tarik sekaligus memperkenalkan diri sebagai kota wisata secara luas ke masyarakat Indonesia maupun mancanegara," ujar Ansar Ahmad.
(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)(TribunTravel.com/mym)
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Melihat Wisata Batam Hutan Mata Kucing, Ternyata Punya Penemuan Mencengangkan
Baca tanpa iklan